Festival Adat Maronene Hukaea Laea, Rayakan Kearifan Lokal dan Promosi Pariwisata Bombana

Melsandy Wauda

Reporter

Kamis, 23 November 2023  /  6:25 pm

Rombongan Pemda Bombana berkumpul di Laica Kangkosa atau rumah adat Maronene. Foto: Melsandy Wauda/Telisik

BOMBANA, TELISIK.ID - Kabupaten Bombana menjadi tempat keberagaman budaya melalui Festival Adat Maronene Hukaea Laea, Kecamatan Lantari Jaya yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata, Rabu (22/11/2023).

Sebelum menuju rumah adat (Laica Kangkosa) Penjabat (Pj) Bupati Bombana, Burhanuddin, diterima dan disambut dengan ritual Mo’oli Wonua, sebuah tradisi meminta izin kepada pemilik kampung sebelum menggelar acara.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekjen Konsersium Pembaharuan Agraria (KPA) Dewi Kartika, Apua Mokole Kabena, Mokole Rumbia dan Mokole Polea dan jajaran pemerintah yang lain.

Baca Juga: Isi BBM 40 Liter, Mobil Toyota Agya Terbakar di SPBU Lampusui Bombana

Seiring berjalannya festival, berbagai prosesi ritual adat memikat perhatian, termasuk Mobeli Wonua dan Montewehi Wonua yang menyiratkan semangat membersihkan kampung dari segala tindakan yang tidak sesuai dengan adat. Mowea Nganga, ritual berkaitan dengan pelaksanaan nazar atau niat baik, dan penyelewaan seekor kerbau putih sebagai bagian dari ritual membersihkan kampung, semuanya menjadi persembahan budaya yang menarik.

"Kebudayaan Moronene menjadi suatu aset yang tumbuh dan itu harus dijaga dan dipertahankan," ucap Burhanuddin.

Meskipun menghadapi kendala dalam pembangunan desa, terutama karena melewati daerah konservatif, pemerintah setempat menegaskan komitmennya untuk membantu membangun infrastruktur, khususnya jalan, guna mendukung potensi pariwisata di kampung adat ini.

"Kita akan upayakan untuk mebuat jalan dan irigasi dikampung ini," jelas Burhanuddin.

Baca Juga: Korban Enggan Melapor, Kasus Kekerasan Seksual Tertinggi di Bombana

Kadis Pariwisata Bombana, Anisa menegaskan, kampung ini tidak hanya memelihara tradisi dan budaya secara turun temurun, tetapi juga menjadi destinasi unik bagi wisatawan yang ingin merasakan kekayaan budaya dan kearifan lokal yang khas.

"Festival ini adalah untuk melestarikan nilai-nilai kampung adat dan mengenalkan serta mengembangkan Hukae Laea," ucap Anisa.

Festival Adat Maronene Hukaea Laea bukan hanya menghidupkan kembali warisan leluhur, tetapi juga menjadi jendela bagi dunia untuk menyaksikan dan menghargai kekayaan budaya yang telah diwariskan dengan penuh kebanggaan oleh masyarakat setempat. (B)

Penulis: Melsandy Wauda

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS