Festival Keraton Ditunda, Ritual Adat Masyarakat Tetap Dilaksanakan
Reporter Buton
Rabu, 14 Oktober 2020 / 1:30 pm
Kadis Pariwisata Kota Baubau, Ali Arham. Foto: Iradat Kurniawan/Telisik
BAUBAU, TELISIK.ID - Pesona Festival Keraton Kesultanan Buton yang rutin diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Baubau tiap tahunnya, terpaksa ditunda.
Penundaan festival tersebut adalah selain karena anggaran, juga karena pandemi COVID-19 yang sampai sekarang belum mereda.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Baubau, Ali Arham menjelaskan bahwa walaupun ada kendala tersebut, masih ada ritual adat yang kental di masyarakat tetap akan diadakan, itu pun dengan protokol kesehatan yang ketat.
"Ada beberapa ritual yang tetap dilaksanakan seperti ritual adat Maataa Kelurahan Bugi Karya Baru Kecamatan Sora Wolio, ritual adat Batu Poaro, serta ritual adat Pulau Makassar dengan penerapan protokol kesehatan," jelas Ali Arham, Rabu (14/10/2020).
Baca juga: Polisi Gerebek Judi Sabung Ayam, Randis Plat Merah Ikut Diamankan
"Pameran Baubau Expo yang biasa menampilkan kreativitas dari seluruh masyarakat Kota Baubau, serta kegiatan dari Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang sedianya akan dilaksanakan di Kota Tangerang Selatan, maupun Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Provinsi Riau seperti pawai budaya ditiadakan," lanjutnya.
Dia juga menjelaskan bahwa peniadaan Pesona Festival Keraton Kesultanan Buton akan memberikan waktu untuk mengevaluasi kembali apa yang menjadi kekurangan dari festival sebelumnya.
Melalui Kadis Pariwisata, Wali Kota Baubau mengharapkan seluruh ASN di Pemerintah Kota Baubau selama bulan Oktober untuk tetap mengenakan Kampurui untuk laki-laki dan syal sentuhan Buton untuk perempuan.
"Harapannya agar hal tersebut dapat membantu dalam peningkatan ekonomi masyarakat Baubau khususnya para pelaku ekonomi kreatif tenun khas Buton," paparnya. (B)
Reporter: Iradat Kurniawan
Editor: Haerani Hambali