Heboh KDM Mau Pindah Haluan ke PSI, Begini Reaksi Gerindra

Ahmad Jaelani

Reporter

Selasa, 25 Agustus 2026  /  10:05 am

Rumor Dedi Mulyadi pindah ke PSI mencuat, Gerindra dan PSI memberikan penjelasan soal kabar kepindahan KDM tersebut. Foto: Repro Antara

JAKARTA, TELISIK.ID - Rumor Dedi Mulyadi pindah dari Gerindra ke PSI mencuat, tetapi Gerindra Jawa Barat dan PSI sama-sama membantah adanya rencana tersebut.

Gerindra Jawa Barat buka suara mengenai rumor Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan meninggalkan partainya dan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Wakil Ketua Gerindra Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna mengaku belum mengetahui dasar munculnya isu tersebut. Ia juga menegaskan Dedi Mulyadi atau KDM sebelumnya telah menyatakan dukungannya kepada Prabowo Subianto untuk memimpin Indonesia.

"Saya tidak tahu data dan variabel apa yang menduga-duga Dedi Mulyadi (Demul) mau hijrah ke PSI. Namun, ada pernyataan sanggahan secara tegas bahwa Demul membantah hal tersebut. Dalam pernyataannya, ia menghendaki Prabowo untuk memimpin Indonesia," kata Buky saat dihubungi awak media, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (25/8/2026).

Baca Juga: NasDem Sultra Bidik Menang Besar di Pemilu 2029, Prananda Surya Paloh Target 12 Kursi

Buky mengatakan dirinya belum melihat tanda-tanda Dedi Mulyadi akan meninggalkan Gerindra. Menurut dia, Dedi masih berstatus sebagai kader Gerindra sekaligus menjabat Dewan Pembina Gerindra Pusat.

"Bagaimanapun, ia adalah kader Gerindra dan menjabat sebagai Dewan Pembina di Gerindra Pusat. Ini menunjukkan kualitas moral dan etika yang kuat. Jadi, beberapa kali saya bertemu dengan Demul, saya belum melihat tanda-tanda ke arah sana. Saya juga merasa aneh dengan keriuhan ini," ujarnya.

Ia juga membantah anggapan bahwa aktivitas Dedi Mulyadi yang kerap mengunjungi berbagai daerah, termasuk di luar Jawa Barat, berkaitan dengan upaya mencari simpati politik.

Salah satu kegiatan yang dikaitkan dengan rumor tersebut ialah kunjungan Dedi ke Nusa Tenggara Timur setelah wilayah tersebut dilanda gempa besar pekan lalu.

Menurut Buky, kegiatan Dedi turun langsung ke berbagai daerah merupakan bagian dari karakter kepemimpinannya. Dedi disebut terbiasa terlibat langsung dalam membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.

"Dia aktif berkeliling dan bukan tipikal pemimpin di belakang meja. Saya melihat dia memang sosok yang seperti itu. Dia adalah sosok yang perasaannya mudah tersentuh-dia sendiri sering menyampaikan bahwa dirinya mudah tersentuh-lalu mencoba menyelesaikan masalah tersebut," katanya.

Buky menilai bantuan yang diberikan Dedi tidak berbeda dengan kegiatan sejumlah kepala daerah lain yang memberikan bantuan atas dasar kemanusiaan.

"Beberapa gubernur juga memberikan bantuan, seperti dari DKI Jakarta atau Jawa Timur, tetapi itu murni atas dasar aspek kemanusiaan," sambung Buky.

PSI Bantah Ada Komunikasi dengan Dedi Mulyadi

Rumor Dedi Mulyadi bergabung dengan PSI sebelumnya juga dibantah Dewan Pimpinan Pusat PSI.

Ketua DPP PSI Bidang Politik Bestari Barus mengatakan tidak ada komunikasi antara PSI dan Dedi Mulyadi terkait rencana bergabung dengan partai tersebut.

Ia mengaku tidak mengetahui asal mula isu mengenai kepindahan Dedi Mulyadi ke PSI.

"Kalau sebagai Ketua Bidang Politik, saya enggak mungkin enggak tahu kalau ada hal-hal begitu. Tapi ini saya enggak tahu," kata Bestari saat dihubungi, Senin, 24 Agustus 2026.

Bestari kembali menegaskan tidak ada pembicaraan antara PSI dan Dedi Mulyadi mengenai rencana kepindahan maupun perekrutan sebagai kader PSI.

"Enggak ada itu. Sumber isunya pun enggak ada yang tulis siapa gitu. Jadi ada yang lempar bola liar aja kali ya? Enggak ada di kita," imbuhnya.

Bestari juga membantah PSI tengah berupaya menggaet Dedi Mulyadi untuk menghadapi Pemilu 2029. Ia mengatakan PSI saat ini masih berkonsentrasi pada proses verifikasi faktual di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Enggak, kita konsentrasi hari ini sebatas lolos verifikasi faktual KPU," katanya.

Baca Juga: Ganjar di Kendari Sentil Kader PDIP Menang Pemilu Saja Tidak Cukup

Selain itu, Bestari menyebut PSI masih berkomitmen mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk Pilpres 2029.

Menurut dia, sikap tersebut sesuai dengan arahan Joko Widodo selaku Ketua Dewan Pembina PSI.

"Kita kalau untuk Pilpres, kita kan sudah diperintah Pak Jokowi, Prabowo-Gibran dua periode. Ah, oke. Jadi kita tetap di situ saja sampai hari ini, enggak mikirin plan A plan B lagi, itu saja dulu," katanya.

Dengan demikian, Gerindra Jawa Barat dan PSI sama-sama membantah kabar mengenai rencana Dedi Mulyadi meninggalkan Gerindra untuk bergabung dengan PSI.

Gerindra menegaskan Dedi masih merupakan kader sekaligus Dewan Pembina Gerindra Pusat. Sementara itu, PSI menyatakan tidak ada komunikasi maupun pembicaraan mengenai perekrutan Dedi Mulyadi sebagai kader. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS