Heboh Virus Nipah Kembali Muncul di India, Pandemi Baru Mengintai Asia
Content Creator
Minggu, 01 Februari 2026 / 6:04 pm
Virus Nipah mulai mengintai Asia merupakan patogen mematikan dengan tingkat kematian 75%. Foto: Repro detikHealth
JAKARTA, TELISIK.ID - Virus Nipah, yang dikenal sebagai salah satu patogen mematikan dengan tingkat kematian hingga 75%, kembali menjadi sorotan dunia setelah dua kasus baru dikonfirmasi di negara bagian West Bengal, India.
Kedua korban adalah perawat berusia 25 tahun yang bekerja di rumah sakit swasta di Barasat, dekat Kolkata, dan gejala pertama muncul akhir Desember 2025.
Salah satu pasien masih dalam kondisi kritis dan menggunakan ventilator, sementara yang lain mengalami gangguan neurologis parah namun kini membaik.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan risiko penyebaran lebih lanjut rendah, karena India memiliki kapasitas untuk mengendalikan wabah ini, dilansir dari liputan6.com, Sabtu (31/1/2026).
Namun, memicu kekhawatiran di Asia, dengan beberapa negara seperti Thailand dan Malaysia meningkatkan screening di bandara untuk penumpang dari West Bengal.
Sebanyak 196 kontak dekat telah dilacak dan dinyatakan negatif, menunjukkan outbreak ini terkendali. Meski begitu, virus ini tetap menjadi ancaman karena tidak ada vaksin atau pengobatan khusus yang disetujui.
Virus Nipah pertama kali ditemukan di Malaysia pada 1999 dan sering ditularkan dari kelelawar buah ke manusia melalui makanan terkontaminasi atau kontak langsung.
Baca Juga: Begini Kriteria Penerima Bansos BPNT 2026, Berikut Aturan dan Kuota hingga Besarannya
Gejalanya meliputi demam tinggi, sakit kepala, kebingungan, hingga koma, dan bisa menular antarmanusia melalui droplet pernapasan atau kontak cairan tubuh, dilansir CNN Indonesia, Sabtu (31/12026).
Di Indonesia, meski belum ada kasus baru, pemerintah diimbau waspada mengingat wilayah Asia Tenggara rentan terhadap virus zoonotik seperti ini.
Pakar kesehatan global menekankan pentingnya surveilans ketat untuk mencegah pandemi berikutnya. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS