Ini Tanggapan Akademisi dan Aktivis Soal Perizinan Masuknya 500 TKA China di Sultra

Ibnu Sina Ali Hakim

Reporter

Senin, 15 Juni 2020  /  3:14 pm

Warga negara asing di bandara Internasional Bali. Foto: Antara

KENDARI, TELISIK.ID - Perizinan masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) China di Sultra oleh Pemerintah Provinsi menuai tanggapan dari akademisi dan aktivis di Sultra.

Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kendari, Dr. H. Herman, M.Pd.I menyampaikan beberapa point mengenai psikologi masyarakat yang mayoritas menolak hadirnya TKA China di Bumi Anoa.

"Kalau kita mau lihat kondisi sekarang kita harusnya tidak serta merta juga menerima TKA itu, dalam kondisi ketidak normalan di masa sekarang. Kedua kita harus melihat juga potensi putra daerah yang mungkin sudah banyak yang bisa dimanfaatkan, kalau TKA itu datang kan bisa memicu meningkatnya juga angka pengangguran yang ada di daerah kita sendiri," ungkapnya, Senin (15/6/2020).

Baca juga: Mulai Hari ini KPU Lanjutkan Tahapan Pilkada 2020

Herman juga menambahkan, pada perinsipnya adalah jika disetujui masuknya TKA China pemerintah harus juga memperhatikan prosedur yang ada.

Selain itu, tanggapan pun disampaikan juga oleh aktivis yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP UHO, Muhammad Alamsyah yang secara tegas menolak akan tetap menolak kedatangan TKA China di Sultra, bahkan dia menambahkan jika pihak Pemprov tetap memberikan persetujuan atas kedatang TKA tersebut maka dia tidak akan segan melakukan aksi besar-besaran sebagai bentuk protes atas masuknya TKA China.

"Keputusan yang telah dibuat oleh pemprov Sultra adalah hal yang sangat tidak pro terhadap penderitaan rakyat Sulawesi Tenggara," pungkasnya.

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Sumarlin