Jadi Prioritas Pengembangan Wisata Nasional, Kuota Sertifikasi SDM Wakatobi Capai 4.500

Kardin

Reporter

Rabu, 19 Oktober 2022  /  2:46 pm

Prosesi pembukaan uji sertifikasi SDM pariwisata di Wakatobi. Foto: Ist

WAKATOBI, TELISIK.ID - Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara, menjadi daerah yang diprioritaskan dalam enam daerah pengembangan destinasi pariwisata prioritas nasional.

Hal itu ditandai dengan Word Bank atau Bank Dunia bekerjasama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggenjot proses akselarasi sertifikasi kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata.

Kepa Dinas (Kadis) Pariwisata Kabupaten Wakatobi, Nadar SIP., MSi mengatakan, target kuota nasional untuk sertifikasi SDM Pariwisata sebanyak 45 ribu. Namun Wakatobi mendapat 4.500, itu merupakan kuota yang banyak.

Meski demikian, kuota sebanyak itu diprediksi tidak akan terserap sekaligus. Mengingat kondisi pariwisata pasca pandemi COVID-19 masih sangat terasa.

 Baca Juga: Pemasangan Tiang Pancang Industri Smelter di Kolaka Utara Dimulai Januari 2023

“Target kita tahun ini 1.500. tahun depan kita upayakan target sisa 3.000 itu bisa terserap keseluruhan,” ucap Nadar baru-baru ini.

Menurut Nadar, destinasi pariwisata prioritas yang disandang Wakatobi menguntungkan Sulawesi Tenggara secara umum. Karena ada beberapa daerah Sulawesi Tenggara dibuka juga kesempatan uni sertifikasi.

“Destinasi pariwisata Wakatobi menguntungkan Sultra secara umum. Karena kesempatan juga dibuka di Kendari, Baubau, Buton, Kolaka dan beberapa daerah lainnya untuk ikut bersama uji kompetensi,” beber Nadar.

Nadar mengakui, meskipun dibeberapa daerah di Sultra dibuka juga uji kompetensi. Namun komitmen Pemkab Wakatobi dengan Kementerian Pariwisata, akses prioritas tetap diberikan untuk Wakatobi. Baik itu kepesertaan maupun lokasinya.

“Saat ini juga kita sedang memperjuangkan bahwa untuk mengoptimalkan pelaksanaan uji kompetensi, ke depan bukan hanya uji kompetensinya. Tapi diintegrasikan dengan pelaksanaan pelatihannya. Jadi didahului dengan pelaksanaan pelatihan kemudian diikuti proses sertifikasi sesuai skema bidang,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini Pemkab Wakatobi sedang mengusulkan skema bidang yang benar-benar sesuai kebutuhan Wakatobi.

“Jadi walaupun ada empat klaster utama tapi masih ada skema-skema bidang lain yang kita yakini sesuai dengan karakter dan kebutuhan kita di Wakatobi,” tutup Nadar.

Dilansir Tempo.co, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR melalui Badan Pengembangan Infrastruktur dan Wilayah (BPIW) mengungkapkan pengembangan pariwisata kawasan Wakatobi, Sulawesi Tenggara dalam rangka penyediaan lapangan kerja baru.

"Dukungan pengembangan pariwisata di kawasan Wakatobi melalui Integrated Tourism Master Plan (ITMP) ini untuk meningkatkan jumlah wisatawan, meningkatkan pengeluaran wisatawan untuk Wakatobi agar menghidupkan ekonomi lokal, dan untuk juga penyediaan lapangan kerja baru," ujar Kepala BPIW Hadi Sucahyono dalam keterangannya waktu lalu.

Baca Juga: Pegawai Kontrak Bapenda Sulawesi Selatan Gelapkan Dana Nasabah Rp 60 Juta

Menurut Hadi, ITMP dan pengembangan pariwisata terutama di Wakatobi dilakukan bersama-sama beberapa instansi, yakni Kementerian PPN/Bappenas, Kemenparekraf, Kementerian PUPR dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Dalam penyusunan ITMP ini, BPIW mengacu pada Rencana Induk Pariwisata Nasional dan juga dari Peraturan Daerah (Perda) yang terkait pengembangan pariwisata di daerah tersebut.

Hadi menjelaskan ada empat komponen yang disusun dalam ITMP, yakni pertama, komponen aspek kelembagaan. Komponen yang kedua adalah aspek infrastruktur khususnya infrastruktur jalan dan infrastrukur dasar seperti air minum dan sanitasi. (B)

Penulis: Kardin