Kadispar Sultra Tuding RM Nusantara Penyebab Banjir di Kantor Kominfo

Gusti Kahar

Reporter

Senin, 13 April 2026  /  9:48 pm

Kondisi drainase yang diduga ditutup oleh pihak RM Nusantara. Foto: Gusti Kahar/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badalla, menuding Rumah Makan (RM) Nusantara sebagai salah satu penyebab banjir di kawasan Kantor Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKSP) Sultra.

Tudingan tersebut disampaikan Ridwan melalui unggahan TikTok miliknya dengan username @eRBe#bersuara. Dalam video itu, ia menyebut adanya saluran drainase yang diduga ditutup sehingga menghambat aliran air di kawasan tersebut.

Ridwan menjelaskan, meskipun posisi kantor berada di dataran lebih rendah sehingga rawan tergenang, persoalan utama tetap terletak pada tidak optimalnya fungsi drainase.

“Selain itu juga yang menjadi penyebab utama adalah drainease yang ditutup oleh salah satu rumah makan, kalau tidak salah Rumah Makan Padang Nusantara yang ada di sebelah samping atau di punggung kantor Kejari (Kejaksaan Negeri Kendari), di situ ada drainease besar yang ditutup oleh rumah makan tersebut, itu tidak dibenarkan,” ujarnya dalam video yang diunggahnya pada Sabtu (11/4/2026).

Ridwan juga menyebut persoalan tersebut telah berulang kali dilaporkan ke instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup provinsi dan kota, serta pihak Kecamatan Mandonga.

Baca Juga: Plt Rektor UHO Lantik 29 Pejabat Nonstruktural, Tekankan Integritas dan Kinerja

“Memang sudah ada tindakan yang dilakukan oleh aparat yang berkewenangan, dalam hal ini mereka datang meninjau kemudian ada juga tindakan dari Kecamatan Mandonga, ini pernah dibuka tapi ditutup lagi," kata Ridwan.  

"Jadi, apapun kejadiannya jika kemudian saluran air yang ditutup oleh rumah makan masakan Padang yang ada di sebelahnya Kejari itu masih tetap dia tutup, maka itu akan terjadi banjir terus,” tambahnya.

Ridwan meminta ada tindakan tegas dari pemerintah daerah terhadap dugaan penutupan saluran drainase tersebut.

“Saya minta kepada dinas terkait, Kecamatan Mandonga dan Dinas Lingkungan Kidup Kota Kendari maupun Dinas Lingkungan Hidup Provinsi, ini harus mengantisipasi, harus memberikan tindakan, efek jera," tegas Ridwan.  

"Mungkin kalau saya diberikan ultimatum tujuh kali 24 jam harus dibuka itu, kalau tidak dibuka tetap, apapun dilakukan oleh Dinas Kominfo tetap akan mengalami kebanjiran,” lanjutnya.

Berdasarkan penelusuran telisik.id, saluran drainase milik Kantor DKSP Sultra di bagian belakang terhubung dengan drainase milik RM Nusantara yang berada tepat di bawah area dapur.

Di lokasi tersebut, tepatnya di bawah pagar pembatas kedua bangunan, ditemukan adanya besi penghalang yang menyebabkan penumpukan sampah pada titik pertemuan saluran, sehingga diduga sebagai penghambat aliran air.

Posisi kawasan juga relatif lebih rendah, sehingga air mudah meluap saat curah hujan tinggi.

Saat dikonfirmasi, pemilik RM Nusantara, Diana, tidak secara tegas membenarkan maupun membantah tudingan kepada pihaknya.

Saat ditanya mengenai pihak yang memasang penghalang pada saluran drainase, Diana sebaliknya mempertanyakan tanggapan dari pihak Kominfo.

“Kalau dari pihak sebelah (Kominfo) bagaimana tanggapannya?” jawab Diana saat wawancarai telisik.id, Senin (13/4/2026).

Namun, ia menyayangkan tudingan tersebut dan meminta adanya klarifikasi.

Baca Juga: Kendari Tuan Rumah Raker APEKSI Komwil VI, Fokus Tuntaskan Isu Sampah

”Kami tidak akan membuat laporan di polisi, hanya saja Pak Kadis harus membuat video klarifikasi soal tudingan itu karena kami merasa dirugikan,” kilah Diana.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari menyebut persoalan ini bukan kewenangan pemerintah kota karena berada di jalan nasional.

“Kalau area jalan di situ bukan kewenangannya pemkot, itu jalan nasional,” kata Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kendari, Abdul Malik.

Adapun Dinas Lingkungan Hidup Kota Kendari hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan.

Diketahui, pada Jumat (10/4/2026), Kantor DKSP Sultra sempat terendam banjir selama beberapa jam dengan ketinggian air mencapai sekitar 80 sentimeter atau setara lutut orang dewasa akibat curah hujan tinggi. (B)

Penulis: Gusti Kahar

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS