Kawasan PPI Sodohoa Kendari Kini Tertata, Nelayan Nikmati Fasilitas Modern
Reporter
Sabtu, 31 Januari 2026 / 1:54 pm
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka saat mengunjungi lapak para pedagang di PPI Sodoha. Foto: Erni Yanti/Telisik.
KENDARI, TELISIK.ID - Kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sodohoa, Kota Kendari, kini tampil lebih tertata, bersih, dan jauh dari kesan kumuh setelah dilakukan revitalisasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Pembenahan kawasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan aktivitas nelayan sekaligus menggerakan roda perekonomian masyarakat pesisir.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR) mengatakan, kondisi PPI Sodohoa saat ini sangat berbeda di banding tahun-tahun sebelumnya.
Kawasan yang dulu semrawut dan kurang terawat, kini berubah menjadi pusat aktivitas perikanan yang lebih representatif.
Program rehabilitasi PPI Sodohoa merupakan arahan langsung ASR sejak awal menjabat sebagai Gubernur Sultra pada 2025 lalu.
Revitalisasi ini bertujuan meningkatkan kualitas fasilitas perikanan, memperlancar distribusi hasil laut, serta memberikan nilai tambah bagi sektor kelautan dan perikanan.
“Hari ini kita lihat bersama hasilnya. Tahun lalu tidak seperti ini. Ke depan, yang paling penting adalah pemeliharaan agar fasilitas ini tidak cepat rusak. Masih ada yang kurang dan akan kita benahi secara bertahap,” ujar ASR saat meninjau kawasan PPI Sodohoa, Jumat (30/1/2026).
ASR menekankan pentingnya penataan aktivitas jual beli ikan di kawasan PPI. Ke depan, pedagang tidak lagi diperbolehkan berjualan di luar area yang telah ditentukan.
Baca Juga: Dikbud Sulawesi Tenggara Dorong Pembelajaran Mendalam, SMKN 2 Kendari Gelar Workshop untuk Guru
Pemerintah akan mengatur dengan jelas zona basah dan zona kering, sehingga aktivitas perdagangan berlangsung lebih tertib dan higienis.
Pemprov Sultra juga merencanakan penambahan sekitar 50 lapak baru agar seluruh pedagang dapat terakomodasi dalam satu kawasan.
Apa gunanya tempatnya bagus kalau jalannya masih jelek. Ini belum sesuai ekspektasi saya dan masih ada kesempatan untuk diperbaiki,” tegas ASR.
Menurut ASR, PPI Sodohoa tidak hanya berfungsi sebagai tempat bongkar muat hasil laut, tetapi juga harus menjadi simpul ekonomi dan pusat aktivitas nelayan di Kota Kendari.
Selain itu, fasilitas cold storage dibangun untuk menjaga kualitas ikan hasil tangkapan nelayan agar lebih tahan lama dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
“Kalau kualitas ikan terjaga, harga bisa naik. Nelayan punya penghasilan yang lebih baik, anak-anak bisa sekolah. Soal kebutuhan listrik untuk cold storage, akan kita carikan solusinya,” kata ASR.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Tommy Putra Alamsyah Bunggasi menjelaskan, revitalisasi PPI Sodohoa menelan anggaran lebih dari Rp 6 miliar yang bersumber dari APBD 2025 dan APBD Perubahan 2025.
Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan cold storage, gedung koperasi baru, meja ikan, perbaikan pabrik es, serta sarana dan prasarana pasar sekitar Rp 400 juta.
Selain itu, terdapat anggaran rehabilitasi pagar senilai Rp 900 juta dan pembenahan kawasan PPI secara menyeluruh agar lebih permanen.
“Seluruh fasilitas ini dirancang untuk menciptakan kawasan PPI yang bersih, tertata, higienis, dan berkelanjutan. Harapannya, kawasan ini tidak kembali kumuh dan benar-benar memberi manfaat bagi nelayan,” jelas Tommy.
Ke depan, pemerintah juga akan melanjutkan perbaikan sanitasi, pengelolaan sampah, serta akses jalan menuju kawasan PPI Sodohoa.
Baca Juga: PT Tiga Dara Perkasa Tampik Jual BBM Industri Ilegal dan Siap Bawa Bukti ke Polda Sultra
Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Sultra yang menegaskan bahwa infrastruktur pendukung, khususnya jalan, harus dibenahi agar aktivitas ekonomi berjalan lancar.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, yang turut hadir menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sultra atas pembenahan PPI Sodohoa yang dinilai membawa dampak signifikan bagi Kota Kendari.
“Atas nama Pemerintah Kota Kendari dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur. Tinggal bagaimana kita bersama-sama menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan ini,” ujarnya.
Siska juga menegaskan, Pemerintah Kota Kendari akan mengambil alih pengelolaan parkiran PPI Sodohoa agar lebih tertib dan tidak menimbulkan kemacetan, sekaligus mendukung kenyamanan aktivitas ekonomi masyarakat. (A)
Penulis: Erni Yanti
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS