Dikbud Sulawesi Tenggara Dorong Pembelajaran Mendalam, SMKN 2 Kendari Gelar Workshop untuk Guru
Erni Yanti, telisik indonesia
Sabtu, 31 Januari 2026
0 dilihat
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Prof Aris Badara (tengah) dan Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Kendari, Ahmad Mustapa (kanan). Foto: Erni Yanti/Telisik
" Penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan dunia pendidikan dan karakter peserta didik "

KENDARI, TELISIK.ID - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Prof Aris Badara, menegaskan pentingnya penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan dunia pendidikan dan karakter peserta didik saat ini.
Menurut Prof Aris, kegiatan peningkatan kapasitas guru seperti pelatihan dan workshop harus terus dilakukan agar pendidik mampu mengikuti laju perubahan zaman dan kebutuhan siswa.
“Kegiatan seperti ini memang harus sering kita lakukan karena pertumbuhan itu sangat cepat. Guru juga harus mengikuti perkembangan tersebut, salah satunya melalui pelatihan-pelatihan seperti ini,” ujar Prof Aris Badara saat membuka kegiatan workshop di SMKN 2 Kendari, Sabtu (31/1/2026).
Ia menjelaskan, pembelajaran mendalam tidak berorientasi pada hasil instan, melainkan proses jangka panjang yang berkelanjutan. Karena itu, guru dituntut untuk terus mengembangkan diri melalui berbagai platform dan komunitas pembelajaran yang telah disiapkan.
“Output dari pembelajaran ini tidak langsung. Ini proses panjang. Pelatihan saja tidak cukup, guru harus terus belajar dan mengembangkan diri melalui berbagai platform yang tersedia,” jelasnya.
Baca Juga: SMK Negeri 2 Kendari Lakukan Mitigasi Dini, Pangkas Pohon Rawan Tumbang Hadapi Cuaca Ekstrem
Ia menambahkan, pendekatan pembelajaran mendalam sangat relevan untuk mendidik generasi saat ini yang membutuhkan metode dan perencanaan khusus.
Ia menyebut, terdapat tiga prinsip utama dalam pembelajaran mendalam, yakni kesadaran, rasa senang (enjoy), dan kebermaknaan.
“Tiga hal ini sejalan dengan visi pendidikan nasional dan arah kebijakan pemerintah. Ini sinkron dengan perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik,” katanya.
Ia juga mengapresiasi sekolah-sekolah yang telah menerapkan pembelajaran mendalam, termasuk SMK Negeri 2 Kendari, serta berharap dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat.
“Apresiasi tentu kita berikan. Dukungan dari seluruh stakeholder sangat penting, karena tujuan kita satu, bagaimana anak-anak kita berhasil, berkarakter, dan masa depannya baik,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Kendari, Ahmad Mustapa mengatakan, kegiatan pembelajaran mendalam dilaksanakan dalam bentuk workshop yang diikuti seluruh guru di sekolah tersebut.
Baca Juga: Abdul Wahid Dorong Transformasi SMPN 1 Kendari Lewat Tagline Spensa Tumbuh Bersama
“Workshop pembelajaran mendalam ini diikuti oleh 130 guru SMK Negeri 2 Kendari. Materinya menekankan pembelajaran yang sadar, bermakna, dan menyenangkan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap perubahan pola pikir guru ke arah growth mindset atau pola pikir bertumbuh, yang diharapkan dapat diterapkan langsung dalam proses belajar mengajar di kelas.
“Dengan adanya workshop ini, guru-guru memiliki pola pikir bertumbuh dan lebih siap menghadapi tantangan pembelajaran ke depan,” pungkasnya. (Adv/B)
Penulis: Erni Yanti
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS