Kementerian Pertanian Tetapkan Muna jadi Kawasan Pengembangan Jagung Nasional

Sunaryo

Reporter Muna

Selasa, 07 Maret 2023  /  8:29 pm

Bupati Muna, LM Rusman Emba bersama Wabup, Bachrun Labuta dan Asisten Deputi Pangan Kementerian Perekonomian, Muhamad Saifulloh saat menanam jagung. Foto: Sunaryo/Telisik

MUNA, TELISIK.ID - Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna mendirikan pabrik jagung dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak sia-sia.

Kementerian Pertanian (Kementan) sangat mendukung pabrik yang dibangun menggunakan dana pinjaman pemkab pada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) melaluai program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022 sebesar Rp 16 miliar itu.

Sebagai bentuk dukungan, kementerian yang dipimpin Syahrul Yasin Limpo itu menetapkan Bumi Sowite sebagai kawasan pengembangan jagung nasional.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pangan Kementan, Batara Siagian menerangkan, pihaknya sangat mendukung adanya pabrik jagung di Muna. Kata dia, melalui pabrik itu, jagung tidak hanya diproduksi untuk pakan ternak melainkan untuk makanan dan minuman (mami).

"Karena Muna sudah ditetapkan sebagai kawasan pengembangan jagung nasional, kami akan terus mendampingi pengolaaan industrinya agar mendapat sertifikasi," kata Batara, Selasa (7/3/2023).

Batara menegaskan, saat ini Muna telah menjadi sentra baru industri perjagungan. Artinya, dengan adanya pabrik, bukan saja memproduksi jagung biasa, tetapi dapat memproduksi mami yang berkualitas dan berdaya saing.

Asisten Deputi Pangan Kementrian Perekonomian, Muhamad Saifulloh berjanji akan terus mengawal porgram Kementan untuk pengembangan dan pemasaran jagung hasil produksi pabrik di Muna. Ia berharap produksi jagung, bukan hanya untuk pakan, tetapi memenuhi kebutuhan Mami yang harganya lebih tinggi.

"Eksekutornya di Kementan, kami hanya memastikan kebijakan programnya. Jadi, bila programnya tidak turun, nanti sampaikan ke kami," ujarnya.

Baca Juga: Peningkatan Kawasan Kumuh Lagasa Keciprat Rp 15,5 Miliar

Kadis Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara, La Ode Rusdin Jaya Emba menerangkan, tahun ini Kementan mengucurkan dana Tugas Pebantuan (TP) untuk pengembangan jagung seluas 2.000 hektare dan bibit. 1.200 hektare diporsikan di Kabupaten Muna sebagai upaya mendukung pabrik jagung.

"Kami minta Pemkab Muna segera lengkapi calon petani dan calon lokasinya (CPCL), untuk kita usul di Kementan," ujarnya.

Adik Bupati Muna, LM Rusman Emba itu optimis dengan telah beroperasinya pabrik jagung dapat meningkatkan penghasilan masyarakat. Karena itu, ia berharap pengelolaan pabrik dapat dimaksimalkan.

"Kami akan selalu hadir untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemkab Muna," timpalnya.

Bupati Muna, LM Rusman Emba menerangkan, pengembangan jagung bukan lagi sebatas wacana. Melainkan, bukti nyata dengan adanya pabrik. Karenanya, masyarakat jangan ragu memanfaatkan lahan-lahan kosongnya untuk menanam jagung yang dapat meningkatkan perekonomian.

"Ini langkah awal untuk mengangkat harkat dan martabat perekonomian masyarakat. Kita jangan ragu, mulai saat ini harus action," ungkapnya.

Mantan senator DPD RI itu juga mengingatkan para kepala desa (kades) untuk memanfaatkan Dana Desa (DD) ketahanan pangan 20 persen untuk menanam jagung dengan melibatkan kelompok-kelompok masyarakat.

"Pasaran jangan ragu. Kami sudah bekerja sama dengan investor PT DNA yang siap membeli jagung petani dengan harga pasar," ungkapnya.

Direktur PT DNA, Dian Noval menerangkan, selain membeli jagung masyarakat, pihaknya juga membantu pengelolaan pabrik dan proses penanaman yang tujuannya agar hasil produksi memiliki standar dengan kualitas tinggi.

Baca Juga: Pemkab Konawe Apresiasi PT VDNI yang Dirikan Sekolah di Kawasan Industri

"Kami hadir bukan untuk menguasai pabrik, tetapi bagaimana produksinya bisa bukan saja untuk pakan, tetapi untuk mami (food grade)," ungkapnya.

Dengan adanya pabrik jagung, menurutnya menjadi Muna model. Di mana akan banyak daerah-daerah lain yang akan datang belajar pengolahan dan penanaman jagung.

"Kami sangat apresiasi Bupati, LM Rusman Emba yang berani menggunakan APBD untuk investasi pabrik. Ini luar biasa, daerah-daerah di Indonesia baru Muna yang bangun pabrik gunakan uang daerah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, Kadis Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan (TPHP) Muna, La Ode Anwar Agigi menerangkan, petani tidak usah repot-repot lagi dalam memasarkan jagungnya. Cukup bawa di pabrik, langsung dibayar.

"Tidak perlu repot lagi dibuka kulitnya dan dipipil. Berapa pun jumlahnya, akan dibeli," ungkapnya.

Pengolahan jagung di pabrik sudah modern. Jagung mulai dari kulit dan tongkol langsung diolah serta dikeringkan menggunakan mesin dengan kapasitas produksi 30 ton per hari. (A)

Penulis: Sunaryo

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS