Kolaborasi PT Vale dan Yonif 869 Taawu Cetak Prajurit Penggerak Pertanian Ramah Lingkungan

Ahmad Jaelani

Reporter

Kamis, 16 Juli 2026  /  4:23 pm

Prajurit Yonif 869 Taawu mengikuti pelatihan pertanian organik bersama PT Vale guna mendukung ketahanan pangan nasional. Foto: Ist.

KOLAKA, TELISIK.ID - PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menggandeng Batalyon Infanteri (Yonif) 869 Taawu dalam pelatihan Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSLRB).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong penerapan pertanian organik di Kabupaten Kolaka.

Pelatihan yang berlangsung selama lima hari tersebut diikuti 30 prajurit Yonif 869 Taawu. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, masyarakat, dan unsur TNI dalam mendukung pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.

Melalui pelatihan tersebut, para prajurit dibekali pengetahuan dan keterampilan mengenai pengelolaan ekosistem pertanian organik. PT Vale berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di lingkungan kesatuan maupun saat para prajurit bertugas di daerah lain.

Konsultan Pertanian Organik dari Aliksa Organik SRI Consultant, Koko Komamin, mengatakan pelatihan diawali dengan pengenalan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pertanian modern. Salah satu fokus pembahasan ialah tingginya ketergantungan terhadap pupuk kimia dan pestisida sintetis yang dinilai berdampak pada penurunan kualitas tanah serta produktivitas pertanian.

Baca Juga: UHO Kendari Wisuda 752 Lulusan Sarjana dan Magister Periode V Tahun 2026

"Kami mencoba membongkar kebekuan pikiran para prajurit agar beralih ke konsep ekologi tanah. Mereka diajak memahami secara mendalam sifat fisik, biologi, dan kimia tanah. Dengan mengoptimalkan bahan organik di dalam tanah, nutrisi tanaman sebenarnya sudah tersedia secara mandiri tanpa harus terus-menerus mendatangkan input dari luar," ujar Koko Komamin, dalam keterangan tertulis yang diterima telisik.id, Kamis (16/7/2026).

Ia menjelaskan materi pelatihan tidak hanya berisi teori mengenai ekologi tanah, tetapi juga praktik budidaya tanaman organik. Pada akhir pelatihan, peserta akan mengikuti sesi diskusi untuk menyusun rencana aksi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan Yonif 869 Taawu.

Menurut Koko, pendekatan tersebut diharapkan dapat mengubah cara pandang peserta terhadap sistem pertanian. Para prajurit diajak memahami bahwa kesehatan tanah menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas tanaman sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia.

Senior Coordinator External Relation PT Vale IGP Pomalaa, Charles Cristian, mengatakan kehadiran Yonif 869 Taawu menjadi bagian dari penguatan sinergi perusahaan dengan para pemangku kepentingan di Kabupaten Kolaka.

Baca Juga: Pemkab Muna Kembali Dapat Program Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Bernilai Rp 4,2 Miliar di Desa Labone

Ia menilai kolaborasi tersebut memberikan manfaat bagi seluruh pihak. Selain menjalankan tugas menjaga keamanan dan stabilitas wilayah, prajurit TNI juga dapat berkontribusi dalam program pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian.

"Ini adalah langkah yang sangat baik di mana PT Vale berperan sebagai motivator bagi teman-teman TNI. Jika selama ini urusan utama mereka identik dengan persenjataan, melalui pelatihan PSLRB ini kita bersama-sama mengalihkan energi untuk memperkuat ketahanan pangan dan kedaulatan pangan bangsa," kata Charles.

PT Vale berharap program percontohan tersebut mampu memberikan bekal kepada para prajurit untuk memahami sekaligus mengaplikasikan sistem pertanian organik secara mandiri. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan pertanian, baik di lingkungan kesatuan maupun bersama masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, perusahaan juga berupaya memperkuat program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada keberlanjutan. Pengembangan pertanian ramah lingkungan dinilai menjadi salah satu langkah untuk menjaga produktivitas lahan sekaligus mendukung ketahanan pangan di daerah.

Program PSLRB yang dijalankan PT Vale menjadi bagian dari upaya membangun kerja sama lintas sektor agar pengembangan pertanian organik dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan di Kabupaten Kolaka. (D-Adv)

Penulis: Ahmad Jaelani

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS