Konsumsi BBM Diprediksi Naik 8 Persen Jelang Idul Fitri, Pertamina Perkuat Stok dan Distribusi di Sultra

Erni Yanti

Reporter

Rabu, 25 Februari 2026  /  10:41 am

Sales Area Manager (SAM) PT Pertamina, Agung Surya Pranata saat diwawancarai. Foto: Erni Yanti/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Mengantisipasi lonjakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG selama Ramadan dan Idul Fitri 2026, PT Pertamina (Persero) memastikan berbagai langkah penguatan distribusi dan pengamanan stok telah disiapkan di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sales Area Manager (SAM) Retail Pertamina, Agung Surya Pranata menyampaikan, konsumsi gasoline seperti Pertalite dan Pertamax series, termasuk LPG 3 kilogram dan minyak tanah, diproyeksikan meningkat sekitar 6-8 persen di banding hari normal.

“Karena itu kami sudah mempersiapkan tambahan pasokan dan penguatan distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Agung, Selasa (24/2/2026).

Sebagai langkah antisipasi, Pertamina mengoptimalkan suplai dari empat fuel terminal di Kendari, Kolaka, Baubau, dan Raha yang menjadi tulang punggung distribusi BBM di Sultra.

Penyaluran ke SPBU juga dimonitor lebih intensif untuk memastikan tidak terjadi kekosongan stok saat permintaan meningkat.

Baca Juga: SMA Negeri 2 Kendari Gelar Baksos Amaliah Ramadan, Satukan OSIS dan Organisasi Sekolah

Untuk LPG, Pertamina mengandalkan lima titik pengisian yang menyuplai agen dan pangkalan. Koordinasi diperkuat bersama pemerintah daerah, BINDA, aparat penegak hukum (APH), serta Hiswana Migas guna memastikan distribusi berjalan lancar hingga tingkat lembaga penyalur.

Pertamina juga menyiapkan mobil layanan Serbu (ServQ) yang rutin berkeliling memantau SPBU, agen, dan pangkalan. Tim ini memastikan stok tersedia dan harga tetap sesuai ketentuan pemerintah.

Dari sisi ketahanan stok, Pertamina menjamin cadangan BBM di Sultra berada pada kisaran 5-11 hari untuk seluruh produk, termasuk LPG. Artinya, stok rata-rata di atas satu minggu dan dalam kondisi aman menghadapi lonjakan permintaan.

Selain itu, Pertamina memetakan potensi puncak arus mudik yang diprediksi terjadi dalam dua gelombang, yakni sepekan sebelum Lebaran serta satu hingga dua hari menjelang Hari Raya.

Baca Juga: Ramadan Sultra Fest 2026 Resmi Dibuka, Bank Sultra dan BI Dorong UMKM serta Digitalisasi QRIS

Dengan pemetaan tersebut, distribusi ke SPBU di jalur strategis akan diperkuat.

Terkait layanan, Pertamina juga tengah mengevaluasi penambahan SPBU 24 jam di sejumlah titik strategis, khususnya di Kendari, guna mendukung kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan arus mudik.

“Harga LPG dan BBM subsidi tetap sesuai ketentuan pemerintah, tidak ada perubahan. Harapan kami, masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadan dan mudik dengan tenang karena pasokan energi tetap terjaga,” tutup Agung. (C)

Penulis Erni Yanti

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS