Hujan Meteor Lyrids 2026 Bakal Guyur Langit Indonesia, Bisa Lihat 10-20 Bintang Jatuh per Jam

Merdiyanto , telisik indonesia
Sabtu, 11 April 2026
0 dilihat
Hujan Meteor Lyrids 2026 Bakal Guyur Langit Indonesia, Bisa Lihat 10-20 Bintang Jatuh per Jam
Hujan meteor Lyrids akan menghiasi langit Indonesia pada malam 21 April hingga 22 April 2026 dini hari. Foto: Repro AFP

" Pecinta astronomi Tanah Air, hujan meteor Lyrids, salah satu hujan meteor tertua di dunia yang tercatat sejak 687 SM, siap kembali menghiasi langit Indonesia akhir April mendatang "

JAKARTA, TELISIK.ID - Pecinta astronomi Tanah Air, hujan meteor Lyrids, salah satu hujan meteor tertua di dunia yang tercatat sejak 687 SM, siap kembali menghiasi langit Indonesia akhir April mendatang.

Puncaknya diprediksi terjadi pada malam 21 April hingga dini hari 22 April 2026, dengan potensi 10 hingga 18 meteor per jam di bawah langit cerah dan gelap.

Hujan meteor ini berasal dari puing-puing komet C/1861 G1 Thatcher. Saat Bumi melintasi jalur debu komet tersebut, partikel-partikel kecil memasuki atmosfer dengan kecepatan hingga 49 km/detik, terbakar dan menciptakan garis cahaya indah bak bintang jatuh.

Beberapa meteor bisa jadi fireball (bola api) dengan ekor panjang yang spektakuler, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (11/4/2026).

Baca Juga: Lima Fenomena Astronomi Bisa Disaksikan pada Mei 2025, Ada Hujan Meteor Eta Aquariid hingga New Moon

Kapan dan Di Mana Melihat di Indonesia

- Periode aktif: 14–30 April 2026  

- Puncak: Malam 21 April hingga pagi 22 April  

- Radiant: Di rasi bintang Lyra, dekat bintang Vega yang terang. Pandang arah timur laut setelah pukul 22.00 WIB.

Di Indonesia, pengamatan optimal dilakukan setelah tengah malam saat radiant tinggi di langit.

Bulan pada saat puncak berbentuk sabit lilin tipis atau sekitar 27-33 persen iluminasi yang terbenam sebelum tengah malam, sehingga gangguan cahaya bulan minim, dilansir dari amsmeteors.org, Sabtu (11/4/2026).

Tips Pengamatan untuk Pemula

- Tidak butuh teleskop atau binokular — cukup mata telanjang!  

- Datang ke tempat gelap minimal 30–60 menit sebelumnya supaya mata adaptasi.  

- Berbaring santai, pandang arah timur laut, dan sabar.  

Baca Juga: Peneliti Terbaru Ungkap Sumber Meteor yang Kerap Menghujani Bumi

- Matikan lampu ponsel.

- Cuaca cerah dan bebas awan adalah kunci sukses.

Fakta Menarik Lyrids

- Tercatat sejak lebih dari 2.500 tahun lalu oleh astronom China kuno.  

- Kadang muncul “lonjakan” (outburst) hingga ratusan meteor per jam, seperti tahun 1803 dan 1982.  

- Cocok dilihat dari belahan Bumi utara maupun selatan, meski lebih optimal di utara.  

- Fenomena ini jadi highlight astronomi April 2026, bareng Pink Moon dan dua komet lain. (C)

Penulis: Merdiyanto  

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga