Mahasiswi Asal Muna Sabet Tiga Penghargaan Internasional di Malaysia

Erni Yanti

Reporter

Jumat, 23 Januari 2026  /  2:54 pm

Theresa Octavia saat menjadi delegasi Indonesia dalam Program Indonesia Youth Excursion Network. Foto: Ist.

KENDARI, TELISIK.ID - Prestasi membanggakan ditorehkan mahasiswi asal Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). Theresa Octavia (22) berhasil mengharumkan nama daerah di ajang kepemudaan internasional yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia.

Theresa menjadi delegasi Indonesia dalam program Indonesian Youth Excursion Network (IYEN) yang berlangsung pada 12-15 Januari 2026. Dari kegiatan tersebut, ia bersama tim meraih Juara 1 Best Innovation Project, Juara 2 Best Presentation Project, dan Juara 3 Best Video Innovation.

Penghargaan itu diraih melalui inovasi aplikasi “Nutritone” sebuah model sistem pemantauan gizi yang dirancang secara personal dan fleksibel. Aplikasi tersebut dilengkapi fitur edukasi yang memudahkan masyarakat memahami kebutuhan gizi secara mandiri.

“Kami meraih Juara Pertama Best Innovation Project dan mendapatkan piagam serta medali emas. Selain itu, kami juga meraih Juara Kedua Best Presentation Project dan Juara Ketiga Best Video Innovation, semuanya disertai sertifikat internasional,” ujar Theresa, Selasa (20/1/2026).

Program kepemudaan internasional ini diikuti sekitar 60 peserta asal Indonesia dari berbagai daerah. Selama empat hari tiga malam, para delegasi mengikuti rangkaian kegiatan edukatif, diskusi, serta kompetisi inovasi lintas budaya.

Baca Juga: Hari Bhakti Imigrasi ke-76, Imigrasi Kendari Wujudkan Pengabdian Lewat Donor Darah

Agenda kegiatan mencakup student forum discussion, project program, dan youth leaders and panel discussion yang digelar di International Youth Centre Malaysia. Peserta diminta menyusun solusi inovatif dan mempresentasikannya di hadapan panelis internasional.

Selain itu, para delegasi juga melakukan kunjungan akademik ke Universitas Malaya (UM), universitas tertua di Malaysia, untuk mempelajari sistem pendidikan dan budaya akademik bertaraf internasional.

Kegiatan turut dirangkaikan dengan kunjungan industri ke pabrik cokelat, yang memberi gambaran langsung tentang etos kerja dan profesionalisme dunia industri di Malaysia.

“Ada pertukaran budaya dan kunjungan industri. Kami bisa melihat langsung bagaimana profesionalisme dan sistem kerja di sana,” tutur Theresa.

Berbeda dengan sebagian besar peserta lainnya, Theresa mengikuti kegiatan tersebut secara mandiri, tanpa membawa nama kampus atau organisasi tertentu.

Ia mendaftar sebagai peserta individu, mengikuti tahapan seleksi hingga focus group discussion (FGD), sebelum akhirnya tergabung dalam tim beranggotakan delapan orang.

“Saya datang bukan membawa nama kampus, tapi lebih menonjolkan asal daerah. Saya merasa mewakili Muna dan Sulawesi Tenggara,” ungkapnya.

Ia berharap, pencapaiannya dapat memotivasi generasi muda daerah untuk berani mengambil peluang dan mengembangkan gagasan inovatif yang realistis dan aplikatif.

“Asal berani mencoba dan sungguh-sungguh. Buatlah inovasi yang realistis dan memiliki peluang untuk direalisasikan,” pesannya.

Baca Juga: BRI Life Buka Lowongan Financial Advisor di Kota Kendari

Diketahui, Indonesian Youth Excursion Network (IYEN) merupakan program kepemudaan yang bertujuan memperluas wawasan generasi muda melalui pengalaman belajar ke luar negeri.

Program ini telah berbadan hukum sejak 2 Desember 2022 dan berpusat di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Prestasi yang diraih Theresa Octavia menegaskan bahwa anak muda daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkiprah di level global dan berkontribusi melalui inovasi nyata. (C)

Penulis: Erni Yanti

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS