Masyarakat Kulati Wakatobi Demo Tolak Proyek Jalan Tanpa Sosialisasi

Zulkifli Herman Tumangka

Reporter

Rabu, 01 April 2026  /  2:35 pm

Puluhan warga berdemonstrasi di Kantor Camat Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi, tolak proyek jalan tanpa sosialisasi. Foto: Ist.

WAKATOBI, TELISIK.ID - Rencana pembangunan jalan dari Tadu Sangia, Desa Dete menuju kawasan wisata Pantai Huntete di Desa Kulati, Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi menuai penolakan dari masyarakat. Penolakan tersebut disuarakan melalui demonstrasi yang digelar di halaman Kantor Camat Tomia Timur, Rabu (1/4/2026).

Demo tersebut mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Desa Kulati yang terdiri dari berbagai elemen, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, karang taruna, mahasiswa/pelajar, kelompok perempuan, petani, peternak, nelayan, pedagang, pelaku UMKM, buruh/pekerja harian, hingga aktivis dan relawan.

Koordinator lapangan, Murdiansyah menyatakan, penolakan masyarakat didasari tidak adanya komunikasi awal dari pihak terkait sebelum proyek direncanakan.

“Kemudian kami juga menganalisis dampak ke depan, seperti terhadap pasir, hewan ternak, dan berbagai kebutuhan lainnya. Kalau dipaksakan, fungsi kontrol akan semakin sulit,” ujarnya saat dihubungi telisik.id, Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, masyarakat juga mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan aktivitas ekonomi warga.

Baca Juga: Warga Kulati Wakatobi Soroti Proyek Jalan Desa Dete-Pantai Huntete, Sebut Perencanaan Tak Libatkan Masyarakat

Ia menegaskan, warga tidak menolak pembangunan secara keseluruhan, namun meminta agar proyek dialihkan ke lokasi lain yang dinilai lebih tepat.

“Tuntutan kami, jalan ini harus dialihkan ke jalan poros Desa Kulati menuju Pantai Huntete. Kalau tidak bisa, kami lebih memilih dialihkan ke tempat lain, karena dari jenis kegiatannya adalah rekonstruksi jalan Tadu Sangia ke wisata Pantai Huntete, sementara di sana memang belum ada akses sama sekali,” jelasnya.

Sebagai bentuk keseriusan, warga telah menggelar musyawarah dan menyusun petisi penolakan yang akan dikawal hingga ke tingkat kabupaten.

“Ada juga poin-poin penolakan dan petisi hasil musyawarah masyarakat, yang nantinya akan dikawal ke kabupaten,” tambahnya.

Murdiansyah juga menyebut, pemerintah Desa Dete turut berpihak pada aspirasi masyarakat Desa Kulati dan siap mengawal penolakan tersebut jika proyek tetap dipaksakan.

“Pemerintah Desa Dete juga siap mengawal penolakan kegiatan itu jika memang harus dipaksakan,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Tomia Timur, Abdul Rifaid menyatakan, pihaknya tetap membuka ruang dialog dan akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

Baca Juga: BKPSDM Buton Selatan Bantah Tudingan Pungli dan Kesalahan Mutasi pada Pelantikan 105 ASN

“Pada intinya kami tetap menampung aspirasi masyarakat terkait lanjutan pembangunan jalan itu. Kami juga sudah menyampaikan ke dinas terkait, dalam hal ini PU, untuk segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat Kulati,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah kecamatan siap memfasilitasi pertemuan lanjutan guna mencari solusi bersama.

“Mereka siap untuk kita melakukan konsultasi publik di Tomia Timur,” tutupnya. (B)

Penulis: Zulkifli Herman Tumangka

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS