Menikmati Sinole, Hidangan Favorit Desa Ulu Sawa Konawe Utara

Tim Telisik

Reporter

Senin, 05 Januari 2026  /  9:38 am

Suasana senja di pinggir pantai Ulu Sawa, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara. Foto: Ist.

KABUPATEN Konawe Utara di Provinsi Sulawesi Tenggara selama ini dikenal dengan panorama alamnya yang memukau. Air terjun yang megah, pantai berpasir putih, danau jernih, hingga destinasi selam kelas dunia seperti Pulau Labengki dan Pantai Taipa menjadi magnet wisatawan.

Namun, di balik gemerlap pesona wisata alam tersebut, ada satu daya tarik lain yang tak kalah menggugah selera—sebuah desa pesisir yang menawarkan pengalaman kuliner otentik penuh cita rasa. Namanya Desa Ulu Sawa, sebuah destinasi wisata kuliner yang kini mulai mencuri perhatian berkat sajian khas masyarakat pesisir dan pesona pantai yang masih alami.

Sejak ditetapkan sebagai Desa Wisata Kuliner, Ulu Sawa semakin menegaskan identitasnya sebagai pusat kuliner tradisional. Menu andalan yang menjadi ikon adalah Sinole, makanan pokok khas suku Bajo yang dibuat dari sagu, disajikan bersama berbagai olahan laut seperti ikan goreng, ikan bakar, udang, cumi, dan aneka kerang.

Sinole ini berbahan dasar sagu yang dicampur dengan parutan kelapa dan sedikit garam. Teksturnya lebih padat dan sedikit kering, dengan rasa yang cenderung hambar namun khas. Meski sederhana, sinole memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, terutama pada karbohidrat dan lemak yang menjadi sumber energi bagi masyarakat pesisir.

Suasana dermaga di pinggir pantai Ulu Sawa, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara. Foto: Ist.

 

Proses pembuatan sinole dimulai dengan menyiapkan sagu dengan dua kali penyaringan dan parutan kelapa, kemudian mencampurkannya ke dalam satu wadah. Kedua bahan tersebut diaduk hingga tercampur merata, lalu ditambahkan garam secukupnya sebagai penambah cita rasa.

Selanjutnya, panaskan wajan di atas kompor dengan api sedang. Setelah wajan siap digunakan, masukkan campuran sagu dan kelapa ke dalam wajan untuk melalui proses sangrai. Aduk seluruh bahan secara konsisten menggunakan spatula agar tidak terjadi pemanasan yang tidak merata.

Baca Juga: Ahuawali, 'Negeri di Atas Awan'

Apabila warna campuran mulai berubah dan aroma wangi kelapa sangrai tercium, hal tersebut menandakan bahwa sinole telah matang dan siap untuk dinikmati.

Harga Sinole yang dijual di Desa Ulu Sawa tergolong sangat terjangkau.

Dengan hanya Rp50.000, pengunjung sudah bisa mendapatkan dua kotak Sinole, cukup untuk dinikmati oleh 4–6 orang. Jika memilih paket lengkap seharga Rp200.000, pengunjung akan mendapatkan Sinole beserta aneka lauk pendamping seperti ikan bakar, olahan seafood, dan hidangan tambahan lainnya.

Suasana menanti senja di pinggir pantai Ulu Sawa, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara. Foto: Ist.

 

Selain rasanya yang khas, keistimewaan Sinole buatan warga Ulu Sawa terletak pada daya tahannya. Jika Sinole dari daerah lain umumnya cepat berubah rasa, Sinole khas Ulu Sawa dapat bertahan hingga dua hari tanpa mengurangi cita rasanya. Karena itu, pengunjung tidak hanya bisa menikmati di tempat, tetapi juga membawanya pulang sebagai oleh-oleh.

Selain Sinole, wisatawan juga dapat menikmati Sinonggi, hidangan berbahan sagu dengan kuah kuning khas Sulawesi Tenggara yang semakin nikmat bila dipadukan dengan sajian laut segar.

Suasana Pesisir yang Memanjakan Wisatawan

Desa Ulu Sawa terletak di pesisir utara Konawe Utara. Posisi geografisnya menghadirkan pemandangan laut yang lapang, angin sepoi yang menenangkan, serta suasana pesisir yang sangat cocok untuk bersantai.

Salah satu villa untuk pengunjung di pinggir pantai Desa Wisata Ulu Sawa, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara. Foto: Ist.

 

Wisatawan dapat menikmati kuliner khas desa wisata ini di tepian pantai, sambil memanjakan mata dengan panorama laut biru yang menawan. Perpaduan lanskap alam dan cita rasa kuliner inilah yang menjadikan Ulu Sawa unik—sebuah pengalaman lengkap yang sulit ditemukan di tempat lain.

Fasilitas di Desa Wisata Kuliner Ulu Sawa juga mendukung kenyamanan pengunjung. Ada rumah resto, gazebo, hingga rumah karamba yang disediakan khusus bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana makan di atas air.

Pengunjung dapat memilih ikan langsung dari karamba, atau memesan menu siap saji sesuai selera. Bahkan bagi pecinta mancing, Ulu Sawa menawarkan pengalaman memancing sambil menikmati udara segar pesisir.

Paket kuliner Sinole beserta sayur dan ikan bakar di gazabo Desa Ulu Sawa, Kecamatan Sawa, Konawe Utara. Foto: Ist.

 

Prestasi desa ini pun tidak main-main. Desa Wisata Kuliner Ulu Sawa berhasil masuk 500 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023, sebuah pencapaian yang menunjukkan potensi besar yang dimilikinya.

Akses Jalan Mudah dan Terjangkau

Dengan luas wilayah sekitar 11 km², Ulu Sawa memiliki topografi yang didominasi rawa bakau (air payau) sebesar 48%, hutan mangrove 22%, serta garis pantai panjang yang menjadi aset wisata unggulan.

Paket kuliner Sinole dan ikan bakar di gazabo Desa Ulu Sawa, Kecamatan Sawa, Konawe Utara. Foto: Ist.

 

Akses menuju desa ini cukup mudah. Dari Kota Kendari, perjalanan darat menuju Desa Ulu Sawa memakan waktu sekitar 1,5 jam, baik menggunakan sepeda motor maupun mobil. Sementara dari ibu kota Konawe Utara, Wanggudu, perjalanan hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam. 

Baca Juga: Wisata Sejarah: Peninggalan Kolonial Belanda dan Jepang di Kota Kendari

Menariknya, bagi pelintas jalur Kendari menuju Asera atau Morowali (Sulawesi Tengah), Ulu Sawa adalah desa pertama yang akan dijumpai sebelum memasuki wilayah kecamatan lainnya.

Menyimpan Kekayaan Budaya

Di balik pesona alam dan kulinernya, Desa Ulu Sawa juga menyimpan kekayaan budaya yang menarik. Masyarakatnya hidup berdampingan secara harmonis dan heterogen, terdiri dari tiga suku besar yaitu Tolaki, Bugis, dan Bajo. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani dan nelayan, memanfaatkan kekayaan laut dan kebun kelapa serta sayuran yang melimpah di sekitar desa.

Dengan segala keunikannya—dari panorama pesisir, sajian kuliner khas, hingga keberagaman budaya—Desa Ulu Sawa hadir sebagai destinasi yang menawarkan lebih dari sekadar wisata. Ini adalah tempat di mana cita rasa, keindahan alam, dan keramahan masyarakat lokal berpadu menciptakan pengalaman wisata kuliner yang autentik dan tak terlupakan.

Jika Anda mencari destinasi baru yang memadukan alam dan kuliner dalam satu paket lengkap, maka Sinole dari Desa Ulu Sawa adalah jawabannya. (*)

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS