Merasa Tenteram saat Dengar Azan, Wanita di Kendari Putuskan Mualaf

Wa Ode Sunaimi Rahman

Reporter

Minggu, 22 Oktober 2023  /  9:09 am

Seorang wanita di Kendari memutuskan masuk Islam karena merasakan kedamaian di hatinya setiap kali mendengar suara azan. Foto: Repro Hidayatullah.com

KENDARI, TELISIK.ID - Setiap mualaf punya ceritanya masing-masing dalam perjalanan memeluk Islam. Seperti kisah unik dan menggugah takwa kali ini datang dari seorang wanita mualaf di Kendari.

Esliyani namanya. Wanita asal Konawe Utara itu memutuskan untuk menjadi seorang Muslim sejak dua tahun lalu. Kepada Telisik.id, ia bercerita keputusannya tersebut murni dari hatinya yang terdalam tanpa paksaan siapapun.

Kecintaannya pada Islam berawal dari suara azan yang lima kali sehari selalu ia dengar. Kata Esli, dia selalu merasakan damai dan tenteram setiap mendengar suara panggilan salat itu, dan dia tidak tau kenapa perasaan damai selalu hadir di hatinya setiap kali suara lantunan muazin terdengar dari masjid sekitar rumahnya.

Esli awalnya bersyahadat secara agama di masjid kampungnya di Konawe Utara. Namun salah seorang temannya menyarankan ia untuk bersyahadat di masjid Al-Alam Kendari agar dapat dicatat secara hukum.

Baca Juga: Kisah Abdi Negara di Kendari Putuskan Mualaf Sehari Usai HUT TNI

Pasca memeluk Islam, Esli merasa dirinya menjadi pribadi yang jauh lebih baik. Syukurnya, saat itu respons orang tua, terutama ibu merelakan dan menghormati keputusan Esli untuk masuk Islam.

Meski begitu, beberapa keluarga lain masih ada yang tak suka dengan keputusannya dan justru mengajaknya untuk kembali ke agama sebelumnya.

Dikutip dari Wikipedia.org, mualaf adalah sebutan bagi non muslim yang mempunyai harapan masuk agama Islam atau orang yang baru masuk Islam. Mualaf biasanya datang dengan berbagai alasan, yaitu:

Baca Juga: Pernah jadi Pemuja Setan, Zebani Efe Mantapkan Diri Mualaf

- Pernikahan: Mualaf dari pernikahan ada sekitar 68 persen.

- Belajar dan menemukan secara keilmuan: Mualaf ini biasanya dasarnya adalah pelajar, atau mereka cendikia yang memang dari akademisi, mereka menemukan hidayah setelah mereka belajar dan mempelajari Islam, ada sekitar 20 persen mualaf yang dari kategori ini.

- Hidayah langsung: Mualaf disebabkan karena mimpi, bangun dan tersadar dari koma, nazar atau niat berpindah agama jika niatnya terkabulkan, dan beberapa hal lain, ada sekitar 12 persen mualaf dengan alasan ini. (A)

Penulis: Adinda Septia Putri

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS