Musorkablub KONI Tergantung Keputusan Bupati Bersama Cabor

Sunaryo

Reporter Muna

Minggu, 13 Maret 2022  /  8:08 pm

Ketua Cabor yang terdaftar di KONI Muna. Foto : Sunaryo/Telisik

MUNA, TELISIK.ID - Musyawarah olahraga kabupaten luar biasa (Musorkablub) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Muna yang rencananya digelar, Sabtu (12/3/2022) ditunda.

Alasan penundaaan itu, setelah Wakil Bupati (Wabup) Muna, Bachrun Labuta meminta pada KONI Sultra dengan pertimbangan kondusifitas daerah.

"Iya, memang ditunda dengan alasan keamanan," kata Bachrun, Minggu (13/3/2022).

Pihak KONI Sultra menyahuti permintaan Wabup itu dengan catatan persoalan teknis yang terjadi, bisa secepatnya diselesaikan.

"Saya akan laporkan ke Pak bupati, agar membicarkan ini dengan para ketua cabang olahraga (Cabor)," ujarnya.

Sekretaris KONI Sultra, Muttaqin Sidiq menerangkan, untuk pelaksanaan Musorkablub KONI Muna diberi deadline waktu hingga 20 Maret. Artinya, di tanggal itu, sudah harus ada ketua terpilih periode 2022-2026.

"Kita harap satu-dua hari ini, sudah bisa diselenggarakan (pemilihan ketua)," pintanya.

Untuk pelaksanaan Musorkablub, ia kembalikan pada keputusan Bupati Muna, LM Rusman Emba bersama Cabor. Kenapa melibatkan bupati? Karena organisasi KONI tidak bisa berjalan tanpa ada dukungan dari pemerintah kabupaten (Pemkab).

"Pemkab kita tidak bisa abaiakan. Prinsipnya, kita tinggal menunggu keputusan bupati dan Cabor," ungkapnya.

Toh, bila telah ada kesepakatan antara bupati dan Cabor, tinggal dibicarakan mekanisme pemilihannya. Namun, ia harapkan, proses yang sudah dilakukan tim penjaringan, dapat dilanjutkan.

"Kami yakini, bupati sangat mendukung KONI. Keputusan yang akan dilahirkan KONI pun dapat diterima semua Cabor, sehingga nantinya bisa berprestasi di Porprov, bahkan bisa meraih juara umum," terangnya.

Baca Juga: Adaptasi Era Didital, Guru Madrasah Konawe Dapat Pelatihan TIK

Ditundanya Musorkablub KONI, buntut dari penyegelan rumah jabatan (Rujab) bupati yang menjadi lokasi pemilihan. Pintu pagar Rujab digembok. Hal itu diduga ada kaitanya dengan digugurkannya salah satu bakal calon (Balon) Ketua KONI, La Ode Abdul Salam akibat tidak memenuhi dukungan 30 persen atau 11 Cabor.

Salam yang tak lain adalah Ketua Cabor PTMSI merasa sengaja dijegal untuk maju bertarung. Karena, dari tujuh Cabor yang mengeluarkan dukungan ganda, tim penjaringan tidak melakukan konfirmasi pada masing-masing ketua Cabor.

Sementara itu, Hafid Ndoasa, Ketua Panitia Penjaringan Balon Ketua KONI mengaku, sudah melakukan upaya konfirmasi. Namun, dari beberapa ketua Cabor, sulit dihubungi.

Baca Juga: Korban Terseret Arus di Baubau Dimakamkan

"Kita sudah lakukan sesuai mekanisme. Dari tujuh Cabor, hanya satu yang berhasil  dihubungi dan menyatakan dukungan ke Salam," ujarnya.

Sebelum pleno penetapan calon, tim penjaringan juga telah berusaha menghubungi LO Salam via panggilan WhatsApp (WA). Namun, yang bersangkutan tidak mengangkatnya.  Padahal, tujuan tim penjaringan meminta LO untuk hadir dan bersama-sama mengkonfirmasi pada Cabor yang memberikan dukungan ganda.

"Dua kali kita hubungi, tapi tidak diangkat. Mereka datang, ketika kami sudah selesai pleno," pungkasnya. (A)

Reporter: Sunaryo

Editor: Kardin