Pasar Mekongga Disulap Modern, PT Vale Kucurkan Rp 200 Miliar di HUT ke-66 Kolaka

Ana Pratiwi

Reporter

Minggu, 01 Maret 2026  /  4:04 pm

Foto bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Pemkab Kolaka dan PT Vale usai groundbreaking. Foto: Ist.

KOLAKA, TELISIK.ID - PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menandai dua capaian strategis pada Hari Jadi ke-66 Kabupaten Kolaka, Jumat (28/2/2026), yakni revitalisasi Pasar Sentral Mekongga dan peresmian nursery terintegrasi dengan Kebun Raya Kolaka.

Proyek ini ditujukan untuk memperkuat ekonomi rakyat sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.

Revitalisasi Pasar Sentral Mekongga menjadi salah satu langkah besar dalam penataan pusat perdagangan utama di Kolaka.

Pasar seluas 7,55 hektare dengan 38 blok fungsional itu memasok sedikitnya enam pasar tradisional dan berperan sebagai pembentuk harga komoditas harian.

Baca Juga: Warga Morowali Protes Hauling PT IGIP, Jalan Umum Dipakai Bersama hingga Singgung Soal K3

Perusahaan merancang pasar tersebut lebih modern, higienis, tertata, dan ramah lingkungan.

Investasi yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp200 miliar itu ditargetkan rampung dalam tiga tahun.

Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan proyek tersebut bukan sekadar pembangunan fisik.

“Bukan hanya menghadirkan secara fisik sebuah pasar tetapi kehidupan ekonomi yang betul-betul berdaya. Oleh karena itu desainnya bukan hanya pasar tetapi juga fasilitas pengolahan sampah. Ini cita-cita kami bersama Pak Bupati Kolaka,” ujarnya saat peresmian.

Peletakan batu pertama revitalisasi Pasar Sentral Mekongga. Foto: Ist.

 

Menurutnya, pasar yang bersih dan sehat akan meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli tanpa menghilangkan karakter tradisional yang menjadi identitas masyarakat.

Bupati Kolaka, H. Amri, menyebut revitalisasi itu sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam menghadirkan sarana perdagangan yang lebih representatif.

“Revitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan fasilitas dan infrastruktur pasar, menata kembali kios dan los agar lebih tertib, menjamin kenyamanan dan keamanan pedagang serta pembeli, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih maju dan berdaya saing,” katanya.

Langkah tersebut berlangsung di tengah pertumbuhan investasi Kolaka yang signifikan.

Pada 2025, realisasi investasi daerah tercatat sekitar Rp19,36 triliun, melampaui target pemerintah, dengan sektor industri logam dasar dan pertambangan sebagai kontributor utama.

IGP Pomalaa sendiri merupakan proyek strategis nasional dengan nilai investasi sekitar Rp67,5 triliun untuk pengembangan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi.

Sejak fase konstruksi, proyek ini telah menciptakan lebih dari 2.500 lapangan kerja serta menggerakkan ekonomi lokal melalui rantai pasok dan UMKM.

Pemotongan pita peresmian Nursery terintegrasi dengan Kebun Raya Kolaka. Foto: Ist.

 

Selain sektor ekonomi, PT Vale juga memperkuat komitmen lingkungan dengan meresmikan nursery seluas 5 hektare di Kecamatan Tanggetada.

Fasilitas yang terintegrasi dengan kawasan Kebun Raya Kolaka seluas 59 hektare itu memiliki kapasitas produksi hingga 1 juta bibit per tahun.

Bibit yang diproduksi meliputi tanaman cepat tumbuh, flora endemik Sulawesi Tenggara, tanaman buah, hingga tanaman hias.

Fasilitas ini mendukung program reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang.

“Pembangunan pusat pembibitan ini merupakan simbol keseriusan kami dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan pelestarian lingkungan. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah pembangunan membawa manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang,” ujar Bernardus.

Baca Juga: Pemkot Baubau Targetkan Mangrove Lakologou Jadi Role Model Nasional Blue Carbon

Nursery tersebut juga dirancang sebagai pusat edukasi lingkungan dan konservasi biodiversitas bagi pelajar dan masyarakat.

Bupati Kolaka menyampaikan apresiasi atas kontribusi perusahaan.

Ia menilai kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci membangun daerah yang maju dan berkelanjutan.

Peresmian dua proyek tersebut pada momentum HUT ke-66 Kolaka menjadi penanda sinergi antara pemerintah daerah dan sektor industri, dengan harapan dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam jangka panjang. (Adv)

Penulis: Ana Pratiwi

Editor: Ahmad Jaelani

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS