Begini Reaksi Singapura Soal RI Ekspor Sawit dan Batu Bara Satu Pintu Lewat DSI, Takut Hubungan Dagang Terganggu
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Rabu, 17 Juni 2026
0 dilihat
Singapura menyoroti kebijakan ekspor satu pintu Indonesia sambil memastikan hubungan perdagangan tetap terjaga. Foto: Repro Lim Yaohui
" Kebijakan Indonesia memusatkan ekspor sawit dan batu bara melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia mendapat perhatian Singapura "

JAKARTA, TELISIK.ID - Kebijakan Indonesia memusatkan ekspor sawit dan batu bara melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia mendapat perhatian Singapura yang menekankan pentingnya kelancaran akses perdagangan.
Pemerintah Singapura menanggapi kebijakan Indonesia yang memusatkan ekspor sejumlah komoditas strategis melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Kebijakan tersebut mencakup ekspor minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), batu bara, dan paduan besi yang kini dilakukan melalui satu pintu.
Deputi Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong, mengatakan setiap negara memiliki kebijakan dan prioritas yang berbeda dalam mengatur perdagangan maupun ekspor komoditasnya.
Namun, Singapura berharap perubahan tata kelola perdagangan di Indonesia tidak mengganggu kelancaran arus ekspor dan hubungan ekonomi kedua negara.
"Dengan kebijakan ekspor masing-masing negara, situasi dan lingkungannya berbeda. Setiap negara memiliki perhatian dan prioritasnya sendiri," kata Gan dalam konferensi pers usai pertemuan Six Bilateral Economic Working Groups (6WG) Indonesia-Singapura di Jakarta, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (17/6/2026).
Baca Juga: Aturan Baru DHE SDA Resmi Berlaku Juni 2026, Purbaya Wajibkan Devisa Ekspor Disimpan di Dalam Negeri
Menurut Gan, Singapura akan terus menjalin komunikasi dengan pelaku usaha dan pemerintah Indonesia untuk memastikan hubungan perdagangan tetap berjalan baik. Negeri Singa itu juga ingin menjaga akses terhadap ekspor Indonesia di tengah perubahan kebijakan yang sedang diterapkan.
"Kami akan terus bekerja sama dengan pelaku bisnis Singapura untuk menemukan cara bekerja sama dengan Indonesia, memastikan ekspor ke Indonesia dan akses terhadap ekspor Indonesia tetap mengalir secara bebas," ujarnya.
Gan mengatakan ketahanan rantai pasok menjadi salah satu isu penting yang dibahas dalam pertemuan bilateral kedua negara. Di tengah kondisi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian, penguatan kerja sama rantai pasok dinilai menjadi kebutuhan bersama.
"Itulah salah satu alasan mengapa kami membahas bagaimana memperkuat ketahanan rantai pasok antara Singapura dan Indonesia," katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menjawab pertanyaan mengenai dampak kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia terhadap investasi dan hubungan dagang antara Indonesia dan Singapura.
Meski demikian, Gan menegaskan minat investor Singapura terhadap Indonesia masih tetap tinggi. Ia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dan memiliki daya tarik besar bagi para investor.
"Fundamental Indonesia tetap sangat kuat dan sangat menarik. Indonesia memiliki banyak sumber daya, tenaga kerja, dan peluang," ujarnya.
Baca Juga: IHSG Anjlok Usai Pengumuman BUMN Ambil Kendali Ekspor, Begini Penjelasan Purbaya
Ia juga mengungkapkan bahwa Singapura masih menjadi investor asing terbesar di Indonesia. Nilai investasi Singapura di Indonesia sepanjang 2025 mencapai sekitar US$17,4 miliar.
"Singapura tetap berkomitmen menjadi mitra yang berharga dan dapat diandalkan bagi Indonesia," kata Gan.
Pemerintah Indonesia sebelumnya menerapkan kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia untuk memperbaiki tata kelola perdagangan komoditas strategis. Kebijakan itu juga ditujukan untuk memperkuat pengawasan ekspor serta menekan potensi praktik under invoicing dan transfer pricing dalam perdagangan sumber daya alam.
Dengan besarnya nilai perdagangan dan investasi antara kedua negara, respons Singapura menunjukkan pentingnya menjaga stabilitas hubungan ekonomi di tengah perubahan kebijakan perdagangan yang dilakukan Indonesia. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS