Pemimpin Sederhana, Muhammadiyah jadi Organisasi Islam Terkaya di Dunia hingga Rp 400 Triliun

Ibnu Sina Ali Hakim

Reporter

Kamis, 04 Mei 2023  /  10:04 am

Rusun Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, salah satu aset Muhammadiyah. Foto: Repro Amp.kompas.com

KENDARI, TELISIK.ID - Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang didirikan oleh Kyai Ahmad Dahlan pada 18 November 1912. Selama ini publik mengetahui kalau Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang kaya. Kekayaannya diperkirakan mencapai Rp 400 triliun.

Kekayaan itu di antaranya terdiri dari aset tanah, bangunan dan kendaraan, kata Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah, Anwar Abbas. Dilansir dari Radarutara.id, Muhammadiyah punya 28.000 lembaga pendidikan. Ada 170 universitas, 400 rumah sakit, dan 340 pesantren. Muhammadiyah juga punya banyak panti asuhan.

Meski belum pernah ada daftar resmi yang dikeluarkan lembaga terkemuka tentang organisasi Islam terkaya di dunia, tak diragukan lagi Muhammadiyah adalah salah satunya. 

Jika daftar itu ada, sulit dibantah Persyarikatan Muhammadiyah akan berada di nomor-nomor teratas urutan itu, bersama organisasi-organisasi Islam elit dunia lainnya.

Agaknya memang sulit melakukan evaluasi terhadap aset dan kekayaan likuid yang dimiliki serta dikelola oleh sebuah lembaga nirlaba seperti Muhammadiyah. Cara menghitungnya sedikit berbeda dibandingkan menghitung kekayaan perorangan atau entitas bisnis tertentu.

Baca Juga: ITBK Muhammadiyah Mubar Telah Buka Penerimaan Mahasiswa

Tercatat ada lebih dari 25 juta warga Muhammadiyah yang mendapatkan manfaat dari semua amal usaha itu, bahkan lebih luas lagi persyarikatan ini melayani seluas-luasnya masyarakat Indonesia. 

Sama sekali tak mengherankan jika banyak pakar menyebut bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi Islam modern terbesar di dunia. Manajemen organisasi ini dikerjakan secara rapi, terdokumentasi dengan baik, dikelola secara transparan dengan visi yang progresif (berkemajuan). Muhammadiyah kerap menerima pujian dan penghargaan dari berbagai institusi terkemuka dunia. 

Baca Juga: Hina Muhammadiyah, NU Jawa Timur Dukung Andi Pangerang Ditangkap

Kekayaan Muhammadiyah tidak muncul seketika. Seluruh aset, amal usaha, dan bakti nyata Muhammadiyah merupakan kerja panjang selama 108 tahun. Mentalitas yang dibentuk di organisasi ini adalah mental 'aghniya' (orang kaya), mental memberi, spirit al-Ma'un yang membebaskan sekaligus memberdayakan. 

Dipekuat oleh doktrin Kyai Ahmad Dahlan yang mengatakan, "Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah", pengurus persyarikatan ini didorong untuk menjadi pribadi-pribadi yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Sehingga bisa mengabdikan hidup untuk sebesar-besarnya kepentingan persyarikatan dan umat. 

Posisi ini pula yang secara kolektif ingin diperlihatkan Muhammadiyah sebagai organisasi. Muhammadiyah tidak ingin menempatkan tangan di bawah dengan selalu berharap pada program atau bantuan pemerintah. (C)

Penulis: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS