Kendari Undercover: Cerita PSK Cantik Ogah Diajak Ciuman, Boleh Tambah Durasi

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Minggu, 30 November 2025
0 dilihat
Kendari Undercover: Cerita PSK Cantik Ogah Diajak Ciuman, Boleh Tambah Durasi
Ilustrasi, PSK menolak ciuman dengan pelanggan namun tetap menawarkan penambahan durasi layanan. Foto: Perpro iStockphoto.

" Di balik aktivitas malam yang berlangsung senyap di Kendari, dua PSK online mengungkap alasan mereka menolak ciuman namun tetap membuka peluang penambahan durasi layanan pelanggan "

KENDARI, TELISIK.ID - Di balik aktivitas malam yang berlangsung senyap di Kendari, dua PSK online mengungkap alasan mereka menolak ciuman namun tetap membuka peluang penambahan durasi layanan pelanggan.

Aktivitas dunia malam di Kota Kendari kembali menarik perhatian publik setelah dua pekerja seks komersial (PSK), dengan nama samaran Caca dan Yaya, mengungkap batasan mereka saat melayani pelanggan.

Kedua wanita ini tegas tidak menerima permintaan ciuman dari pria hidung belang, meski bersedia menambah durasi bercinta jika diminta. Keduanya menilai ciuman sebagai hal yang paling rentan menularkan penyakit, sehingga mereka lebih nyaman menghindarinya.

Caca, PSK berusia 24 tahun yang berdomisili di salah satu indekos di Kota Kendari, menyebut dirinya sangat selektif terhadap permintaan tamu.

Baca Juga: Kendari Undercover: Cerita Pria Kumpul Kebo dengan 3 PSK, Kerap Digoda Meski Sudah Menikah

Menurutnya, risiko kesehatan menjadi alasan utama mengapa ia tidak menerima ciuman dari pelanggan.

“Jangan sampai ada masalah dengan bibirnya. Bisa jadi lagi sariawan atau masalah apa pun di mulutnya menularkan virus,” ujar Caca saat dihubungi telisik.id pada Kamis (27/11/2025) malam.

Akhirnya, pengalaman serta edukasi mengenai risiko penularan virus membuat Caca mengubah cara melayani tamu. Meskipun dahulu ia sempat mengizinkan tamunya mencium bibir demi membangun suasana dan meningkatkan gairah, kini ia memperketat batasannya.

Hanya orang tertentu yang diperbolehkannya melakukan kontak bibir, dan itu pun sangat terbatas.

“Cuma pacarku yang saya percaya cium. Tambah saja durasi dari pada cium bibir. Kalau tambah durasi bertambah juga tipnya kan,” kata Caca.

Selain takut tertular penyakit menular seksual seperti HIV, Caca juga sensitif terhadap persoalan kebersihan. Banyak pelanggan yang ia temui adalah perokok berat sehingga aroma mulut menurutnya kurang nyaman.

Ia mengaku sering memilih diam dari pada menegur pelanggan yang memiliki bau mulut. Hal ini membuatnya semakin yakin untuk menerapkan batasan agar pelayanan tetap aman, baik untuk dirinya maupun pelanggannya.

Yaya, PSK berusia 28 tahun yang tinggal sekos dengan Caca, juga memiliki pandangan serupa. Ia bahkan lebih tegas menolak ciuman karena faktor rasa jijik dan bau mulut pelanggan.

“Lagi berhubungan tiba-tiba bau mulut, bagaimana juga itu. Sudahlah main ya, main saja. Tidak usah cium-cium kayak pacaran atau suami istri saja,” ungkapnya.

Yaya menambahkan, dari pada berciuman, ia lebih memilih memberikan layanan lebih lama atau lebih sering jika itu membuat pelanggan merasa puas.

“Kalau sudah puas, bisa dua kali atau lebih bermain dengan pria yang sama,” ujarnya.

Baca Juga: Kendari Undercover: Cerita Mahasiswi Topang Biaya Kuliah dengan VCS ke Pria Hidung Belang

Selain aktivitas mereka sebagai PSK, kehidupan pribadi keduanya juga dipenuhi dinamika. Caca bercerita bahwa setelah melahirkan anak kedua dan menjanda selama tiga tahun, ia sering berganti pasangan dalam kehidupan pribadinya.

“Saya selalu gonta-ganti pacar, gampang jatuh cinta juga. Maklum tinggi nafsu,” tuturnya.

Di sisi lain, Yaya menikmati kebebasan dalam pekerjaannya karena dapat bertemu berbagai tipe pria. Ia mengaku mendapatkan pengalaman berbeda dari setiap pelanggan, termasuk ada yang sering mengajaknya bepergian ke berbagai daerah serta pekerja tambang yang membooking dirinya.

Keduanya juga memilih melayani di penginapan demi alasan keamanan, dibandingkan melayani di tempat yang dirasa kurang nyaman. (A)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Baca Juga