Pemkot Kendari Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Sekolah Lapang Iklim 2026, Petani Didorong Manfaatkan Teknologi

Ahmad Jaelani

Reporter

Minggu, 05 Juli 2026  /  6:39 pm

Pemerintah Kota Kendari memperkuat langkah menghadapi perubahan iklim melalui Sekolah Lapang Iklim 2026 yang membekali petani dengan informasi cuaca dan teknologi pertanian. Foto: Ist.

KENDARI, TELISIK.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mendukung pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik Tahun 2026 sebagai langkah memperkuat kapasitas petani dalam menghadapi dampak perubahan iklim.  

Program tersebut mendorong pemanfaatan informasi iklim dan teknologi pertanian agar proses budidaya menjadi lebih adaptif terhadap perubahan cuaca. Kegiatan berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari, Sabtu, 4 Juli 2026.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa sektor pertanian kini telah berkembang menjadi bidang usaha modern yang didukung ilmu pengetahuan dan teknologi.  

Menurutnya, cara pandang terhadap profesi petani perlu berubah seiring meningkatnya pemanfaatan inovasi dalam sektor pertanian.

Dalam keterangan tertulis yang diterima telisik.id, Minggu (5/7/2026), Ridwan Bae menjelaskan, pemerintah terus memberikan dukungan kepada petani melalui penyediaan benih, pupuk, serta berbagai program pelatihan.  

Baca Juga: Siska dan Hugua Menyatu dengan Ribuan Warga di Bhayangkara Sultra Run 2026

Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Ia juga mengajak generasi muda untuk memanfaatkan peluang di sektor pertanian. Menurutnya, keterlibatan anak muda dengan kemampuan menguasai teknologi akan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertanian yang modern, produktif, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, sambutan Wali Kota Kendari yang dibacakan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kendari, Rahmat Yunus, menyampaikan apresiasi kepada BMKG, khususnya UPT Stasiun Klimatologi Sulawesi Tenggara, atas komitmennya memberikan edukasi dan literasi iklim kepada masyarakat melalui pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim Tematik.

Pemerintah Kota Kendari juga mengapresiasi dukungan Komisi V DPR RI serta BPD HIPMI Sulawesi Tenggara. Kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dunia usaha, dan lembaga teknis dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa perubahan iklim telah menjadi tantangan yang berdampak langsung terhadap sektor pertanian.  

Pergeseran musim, curah hujan yang tidak menentu, serta meningkatnya intensitas cuaca ekstrem dapat memengaruhi hasil produksi pangan dan berdampak terhadap stabilitas ekonomi daerah.

Bagi Kota Kendari yang masih bergantung pada pasokan bahan pangan dari luar daerah, gangguan terhadap sektor pertanian berpotensi memengaruhi ketersediaan pangan sekaligus memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.  

Kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi pemerintah untuk memperkuat sistem pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Baca Juga: Strategi Bertahan di Tengah Efisiensi Anggaran Dibahas Telisik.id Saat Diskusi Jurnalistik

Melalui Sekolah Lapang Iklim Tematik, informasi dan data ilmiah yang dimiliki BMKG diharapkan dapat diterapkan secara praktis oleh para petani.  

Informasi tersebut dapat menjadi acuan dalam menentukan waktu tanam, memilih komoditas yang sesuai dengan kondisi iklim, serta mengurangi risiko gagal panen akibat perubahan cuaca.

Pemerintah Kota Kendari juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan pertanian perkotaan (urban farming), optimalisasi pemanfaatan lahan yang tersedia, serta penguatan sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan pertanian.

Pada akhir sambutan, Wali Kota Kendari mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menyerap pengetahuan dari para narasumber BMKG. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan di lapangan sekaligus disebarluaskan kepada petani lainnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG Marjuki, mewakili Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ketua BPD HIPMI Sulawesi Tenggara Triawan Rizbar Taha, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV Nasrol Adil, Kepala Stasiun Klimatologi, GAW dan SPAG seluruh Indonesia, Kepala UPT BMKG se-Provinsi Sulawesi Tenggara, para penyuluh pertanian, kelompok tani, serta peserta Sekolah Lapang Iklim Tematik Tahun 2026. (D-Adv)

Penulis: Ahmad Jaelani

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS