Strategi Bertahan di Tengah Efisiensi Anggaran Dibahas Telisik.id Saat Diskusi Jurnalistik
Erni Yanti, telisik indonesia
Sabtu, 04 Juli 2026
0 dilihat
Penyeeahan Sertifikat oleh Direktur Telisik.id, M Nasir Idris (kiri) pada pemateri Dr Mahdar (kanan). Foto: Tari/Telisik
" Industri media dituntut beradaptasi dengan cepat di tengah perubahan ekosistem digital dan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah berdampak pada menurun pendapatan perusahaan pers "
KENDARI, TELISIK.ID - Industri media dituntut beradaptasi dengan cepat di tengah perubahan ekosistem digital dan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah berdampak pada menurun pendapatan perusahaan pers.
Kondisi itu mendorong perusahaan pers untuk mencari sumber pendapatan baru tanpa mengabaikan kualitas jurnalistik.
Isu tersebut menjadi pembahasan utama dalam Diskusi Jurnalistik bertema Kiat Menambah Pendapatan Media di Tengah Efisiensi Anggaran Negara yang digelar PT Media Telisik Indonesia di Kantor Telisik.id, Jalan Letjen Suprapto, Kota Kendari, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan ini diikuti jajaran redaksi, reporter, editor, dan karyawan PT Media Telisik Indonesia.
Untuk memperkaya wawasan, Telisik.id menghadirkan pemateri Dr. Mahdar, S.S, M.A.P, M.I.Kom, seorang akademisi di bidang komunikasi sekaligus praktisi media yang pernah menjabat sebagai Direktur Kendari Pos dan beberapa perusahaan media lainnya.
Pengalaman panjangnya di dunia pers menjadi bekal dalam membagikan strategi pengembangan bisnis media di tengah perubahan ekosistem digital.
Dalam pemaparannya, Dr Mahdar menjelaskan, perusahaan media tidak lagi bisa hanya mengandalkan pendapatan dari iklan.
Redaksi Telisik.id bersama Dr Mahdar dalam diskusi jurnalistik bertema kiat menambah pendapatan media di tengah efisiensi anggaran negara yang digelar PT Media Telisik Indonesia di Kantor Telisik.id, Jumat (3/7/2026). Foto: Tari/Telisik
Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi dan semakin ketatnya persaingan di ruang digital mengharuskan perusahaan media melakukan inovasi agar tetap mampu bertahan dan berkembang.
Dr Mahdar yang juga calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan sejumlah strategi yang dapat dilakukan, di antaranya memperkuat pengelolaan media sosial, meningkatkan kualitas dan kedalaman pemberitaan, memanfaatkan teknologi digital, serta mengembangkan unit usaha pendukung yang masih berkaitan dengan industri media sehingga mampu menciptakan sumber pendapatan baru.
Menurut Dr Mahdar, diversifikasi usaha harus tetap berjalan seiring dengan komitmen menjaga independensi media dan kualitas produk jurnalistik. Kepercayaan publik katanya, merupakan aset utama yang harus dipertahankan dalam setiap langkah pengembangan bisnis.
Sementara itu, Direktur Utama Telisik.id, M Nasir Idris, S.Ag, M.I.Kom mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat daya saing media di era digital.
Telisik.id juga secara rutin menghadirkan narasumber yang kompeten dari kalangan akademisi maupun praktisi untuk berbagi wawasan mengenai perkembangan jurnalistik, transformasi digital, serta strategi pengembangan bisnis media agar perusahaan tetap adaptif terhadap dinamika industri.
"Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh tim semakin terdorong menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, terpercaya, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, perusahaan juga mampu terus berinovasi dalam mengembangkan bisnis media secara berkelanjutan," kata Nasir Idris.
Diskusi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang membahas berbagai peluang pengembangan bisnis media, optimalisasi platform digital, hingga strategi menghadapi tantangan efisiensi anggaran. (B)