Pencurian Kabel Listrik dan Perusakan Pagar Ganggu Aktivitas Belajar di SDN 10 Kendari
Reporter
Selasa, 04 Agustus 2026 / 8:28 pm
Kepala SDN 10 Kendari, WA Ode Duru, saat memberikan keterangan terkait pencurian kabel listrik, kerusakan pagar sekolah, serta kebutuhan rehabilitasi infrastruktur demi mendukung kelancaran proses belajar mengajar. Foto: Wayan Marwati/Telisik
KENDARI, TELISIK.ID - Pencurian kabel listrik dan perusakan pagar membuat aktivitas belajar mengajar di SDN 10 Kendari terganggu, dengan tingkat kerusakan infrastruktur diperkirakan mencapai 80 persen.
Aktivitas belajar mengajar di SDN 10 Kendari terganggu setelah sekolah tersebut menjadi sasaran pencurian kabel listrik dan perusakan pagar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Akibat kejadian tersebut, pasokan listrik di sekolah terputus sehingga sejumlah fasilitas pembelajaran tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya.
Sekolah yang berdiri sejak 1986 itu kini menghadapi berbagai kendala akibat kerusakan infrastruktur yang diperkirakan mencapai 80 persen. Kondisi tersebut berdampak pada kelancaran proses pembelajaran, terutama penggunaan perangkat berbasis teknologi yang memerlukan aliran listrik.
Kepala SDN 10 Kendari, WA Ode Duru, mengatakan pencurian kabel listrik tidak hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga menghambat kegiatan belajar mengajar yang berlangsung setiap hari.
Berbagai fasilitas elektronik yang telah tersedia di sekolah tidak dapat dimanfaatkan secara optimal karena tidak adanya pasokan listrik.
"Yang paling kami butuhkan saat ini adalah rehabilitasi gedung, perbaikan pagar, dan pemulihan jaringan listrik agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik," ujar WA Ode Duru kepada telisik.id, Selasa (28/7/2026).
Selain kehilangan kabel listrik, pagar sekolah juga mengalami kerusakan. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada aspek keamanan lingkungan sekolah dan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya gangguan serupa apabila tidak segera ditangani.
Meski menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana, pihak sekolah tetap berupaya menjaga kualitas pendidikan. SDN 10 Kendari menerapkan disiplin kepada seluruh peserta didik dengan mewajibkan mereka hadir tepat waktu.
Siswa yang terlambat harus memiliki alasan yang jelas, sementara setiap tugas yang diberikan guru wajib diselesaikan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Menurut pihak sekolah, penerapan disiplin tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk karakter, tanggung jawab, dan semangat belajar peserta didik di tengah keterbatasan fasilitas yang ada.
Pada bidang akademik, SDN 10 Kendari masih mampu mencatatkan sejumlah prestasi. Dua orang siswa pernah mengikuti kegiatan bahasa Inggris yang diselenggarakan di Universitas Halu Oleo dan memperoleh sertifikat.
Baca Juga: Heboh SDN 57 Kendari Kembali Disegel, Diduga Protes Kepsek Baru
Selain itu, capaian peserta didik pada Tes Kemampuan Akademik menjadi salah satu prestasi yang terus dipertahankan sekolah.
Pihak sekolah berharap berbagai pencapaian tersebut dapat terus ditingkatkan seiring dengan membaiknya kondisi sarana dan prasarana pendukung pembelajaran.
WA Ode Duru juga berharap pemerintah dan instansi terkait dapat memberikan perhatian terhadap kondisi sekolah melalui program rehabilitasi gedung, perbaikan pagar, pemulihan jaringan listrik, serta penambahan fasilitas pembelajaran di setiap ruang kelas.
"Kami berharap pemerintah dan instansi terkait dapat segera memberikan perhatian melalui rehabilitasi gedung, perbaikan pagar, pemulihan jaringan listrik, serta penambahan fasilitas pembelajaran seperti smartboard di setiap ruang kelas. Langkah tersebut dinilai penting agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara aman, nyaman, dan lebih optimal," tutupnya.
Penulis: Wayan Marwati
Editor: Ahmad Jaelani
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS