Penjual Bensin Eceran Bisa Raup Keuntungan Hingga Belasan Juta Rupiah

Ahmad Jaelani

Reporter

Minggu, 08 Januari 2023  /  8:29 pm

Keuntungan yang diperoleh penjual BBM eceran bisa mencapai belasan juta rupiah dalam setiap bulannya.Foto: Ahmad Jaelani/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Banyak Menuai polemik, penjual bahan bakar minyak (BBM) eceran jenis pertalite rupanya bisa meraup keuntungan belasan juta rupiah setiap bulannya.

Hingga sampai saat ini belum ada keputusan dari pemerintah yang melegalkan penjualan BBM eceran di luar stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), akan tetapi penjualan BBM eceran banyak dimanfaatkan pelaku usaha untuk meraup keuntungan yang lumayan besar.

Harga BBM pertalite yang dipatok oleh penjual adalah Rp 13.000 untuk satu liternya dengan modal Rp 10.000 pada harga SPBU Kota Kendari.

Baca Juga: Efek Pencabutan PPKM pada Pusat Keramaian di Kota Kendari

Keuntungan hingga belasan juta rupiah ini dengan gamblang diungkapan oleh salah seorang ibu AR (52), yang berjualan BBM pertalite eceran sekitaran depan Universitas Halu Oleo (UHO).

"Dalam sehari itu saya bisa jual sampai delapan puluh liter dengan pendapatan Rp 1.040.000, jadi bersihnya Rp 240.000 dalam sebulan berarti Rp 7.200.000," ungkap AR, Minggu (8/1/2023).

Tak hanya sampai di situ, Telisik.id mencoba untuk mencari informasi lebih jauh terkait BBM pertalite eceran, kali ini seorang wanita NH (37) yang berjualan di sekitar jalanan pasar Anduonohu, ditemukan keuntungan yang lebih besar dibandingkan Ibu AR .

"Kalau saya punya suami yang pergi mengantre BBM, dalam sehari bisa sampai 150 liter, bersih keuntungan yang didapatkan Rp 450.000 jadi dalam sebulan bisa sekitar Rp 13.500.000," ucap NH.

Dari penelusaran yang dilakukan Telisik.id, pada beberapa stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di Kota Kendari sudah melakukan pembatasan pembelian BBM pertalite, tidak lebih dari lima belas liter dalam sekali pengisian dalam sehari.

Baca Juga: Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp 3 Jutaan Paling Laku di Kota Kendari

Hal ini turut dikuatkan oleh seorang calo BBM pertalite berinisial  D (24) yang mengantre BBM pada enam SPBU yang berbeda di Kota Kendari.

"Kita ditegur sama petugas SPBU kalau isi pertalite lebih dari satu kali, oleh karenanya saya isi pindah-pindah tempat," ungkapnya.

Kelangkaan BBM yang terjadi di Kota Kendari diduga berhubungan erat dengan maraknya calo BBM pertalite yang mengisi melebihi kapasitas yang seharusnya. (A)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS