Penyuluh Keluarga Berencana di Sulawesi Tenggara Ditekankan Melek Media
Reporter
Minggu, 06 Oktober 2024 / 8:58 pm
Tim penyuluh KB saat diberi pembekalan tentang media. Foto: Ist
KENDARI, TELISIK.ID – Kegiatan peningkatan kompetensi bagi penyuluh Keluarga Berencana (KB) di Sulawesi Tenggara kembali menjadi sorotan.
Pengurus Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Provinsi Sulawesi Tenggara baru saja menyelenggarakan pelatihan bagi pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) IPeKB se-Sulawesi Tenggara.
Kegiatan ini berlangsung di aula Latbang kantor Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tenggara pada Jumat (4/10/2024) lalu.
Baca Juga: Jadwal dan Harga Tiket Bioskop di Kota Kendari, Minggu 6 Oktober
Pelatihan ini diinisiasi oleh Ketua Pengurus DPD IPeKB Sultra, Hasrul Hasti, dan didukung oleh pengurus DPC Kota Kendari. Menurut Hasrul, pelatihan ini memanfaatkan momentum family gathering dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara, yang diadakan dari 4 hingga 6 Oktober 2024 di Kendari.
Kegiatan ini mempertemukan para penyuluh KB dari berbagai wilayah, menjadikannya momen strategis untuk mengasah kompetensi.
Diikuti oleh sekitar 60 pengurus DPD dan DPC IPeKB, pelatihan ini menekankan pentingnya para penyuluh untuk melek media, terutama dalam meningkatkan kemampuan komunikasi melalui platform digital. Salah satu materi utama adalah penggunaan aplikasi desain grafis Canva, yang difasilitasi oleh seorang ahli media dari stasiun televisi lokal. Tujuannya agar para penyuluh dapat menyajikan informasi dan kampanye KB secara lebih menarik dan efektif.
Materi lain yang disampaikan adalah tentang penulisan rilis berita, yang dipandu oleh Dr. H. Mustakim, Ketua Tim Kerja Hubungan Antar Lembaga, Advokasi, Komunikasi, Informasi, Edukasi, dan Kehumasan BKKBN Sultra. Dalam penyampaian materinya, Mustakim membagikan pengalamannya yang menarik perhatian peserta.
Baca Juga: Jadwal KM Tilongkabila Oktober 2024, Lewati Luwuk ke Gorontalo
“Saya tidak pernah belajar menulis dari lembaga formal, tetapi dari tulisan-tulisan orang lain,” ujarnya, sebelum melanjutkan dengan kisah inspiratif tentang awal mula ia belajar menulis.
Ia mengungkapkan bahwa pengalaman putus cinta menjadi pendorong baginya untuk menulis cerpen pertamanya, yang akhirnya dimuat di media besar.
Setelah sesi, banyak peserta yang menunjukkan minat untuk belajar lebih lanjut dari Mustakim, mengingat pengalamannya sebagai wartawan dan penulis beberapa buku, termasuk "Reformasi Moral" dan "Cakrawala KB, Kependudukan, dan Keluarga".
Di akhir sesi, Mustakim menekankan bahwa penyuluh KB harus melek media untuk menjalankan tugas mereka secara efektif di era digital. (C-Adv)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS