Polda Sultra Beri Peringatan soal Konflik SARA di Pemilu 2024, Jangan Ngadu

Ibnu Sina Ali Hakim

Reporter

Sabtu, 30 Juli 2022  /  8:22 pm

Dirintelkam Polda Sultra, Kombes Pol Nanang Rudi Supriyanto (kiri) bersama Ketua SMSI Sultra, Gugus Suryaman (kanan) dalam forum grup diskusi. Foto: Ibnu/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Kasus ujaran kebencian berbau suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) kian mencuat di Tanah Air. Hal itu menjadi perhatian Polda Sulawesi Tenggara.

Dirintelkam Polda Sultra, Kombes Pol Nanang Rudi Supriyanto menjelaskan utamanya menjelang pemilihan umum ada satu hal yang paling ditakutkan adalah upaya mengadu domba rakyat serta mengacaukan harmonisasi hubungan antaragama dan suku di daerah ini lewat politisasi SARA.

"Pemilu itu konflik karena semua punya kepentingan, namun kita harus mengemas itu dengan harmonis. Berkontestasi harus konstruktif, jangan ngadu," katanya.

Polda Sultra juga kata Nanang terus melakukan koordinasi dengan penyelenggara pemilu baik itu KPU dan Bawaslu untuk menciptakan kamtibmas.

"Semua tahapan pemilihan itu ada perkiraan ancamannya serta potensi gangguannya dan kita sudah petakan itu. Sehingga kita butuh semua pihak untuk membantu menciptakan kamtibmas terutama media," tambah Nanang.

Baca Juga: Wali Kota Kendari Sulkarnain Sisa 71 Hari Berkuasa

Forum Group Diskusi (FGD) juga perlu kata Nanang, hal itu untuk mencegah permasalahan pemilu dan yang lainnya. Utamanya isu SARA yang seringkali menyebar di media sosial.

"Makanya kita harus banyak FGD karena memang susah membendung media sosial itu," tambahnya.

Baca Juga: Bappeda Sulawesi Tenggara Fasilitasi Perubahan RKPD 17 Kabupaten/Kota

Ditempat yang sama, Ketua SMSI Gugus Suryaman menuturkan, kalau memang issu di sosial media tidak bisa terkontrol.

"Kita di media mainstream itu harus mengcounter sehingga isu yang digoreng di media sosial bisa terimbangi," tuturnya. (B-Adv)

Penulis: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Musdar