PT Vale Panen Demplot Padi Berkelanjutan di Kolaka, Petani Berpotensi Panen hingga 8 Kali

Ana Pratiwi

Reporter

Selasa, 10 Maret 2026  /  11:00 am

Pejabat pemerintah dan perwakilan PT Vale Indonesia Tbk menunjukkan hasil panen padi pada kegiatan panen bersama demplot padi berkelanjutan di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka. Foto: Ist.

KOLAKA, TELISIK.ID - PT Vale Indonesia Tbk menggelar panen bersama program demplot padi berkelanjutan di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Minggu (8/3/2026).

Program yang dimulai sejak November 2025 ini menunjukkan hasil positif dengan produktivitas mencapai 6,9 ton pada lahan organik dan sekitar 15 ton pada lahan konvensional.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di sekitar wilayah operasional.

CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, mengatakan program demplot padi berkelanjutan merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat.

“Bagi PT Vale, keberlanjutan bukan hanya tentang bagaimana kami menambang secara bertanggung jawab, tetapi juga bagaimana kami tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi. Program ini memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Program demplot ini dikembangkan di tiga desa binaan PT Vale, yakni Desa Puubunga dan Desa Pubenua di Kecamatan Baula serta Desa Lemedai di Kecamatan Tanggetada.

Baca Juga: PT Vale Kampanyekan Pencegahan NAPZA dan HIV/AIDS di Desa Sopura Kolaka

Total lahan yang dikelola mencapai 36 are, terdiri dari 10 are budidaya organik dan 26 are budidaya konvensional. Pendekatan tersebut digunakan untuk membandingkan efektivitas metode budidaya sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi petani.

Sejumlah varietas unggul diuji dalam program ini, antara lain PR25, PR107, Bujang Marantau, Trisakti, Menthik Wangi, dan Menthik Susu.

Selain itu, PT Vale juga memperkenalkan teknologi Perennial Rice dan sistem Salibu yang memungkinkan panen berulang tanpa penanaman ulang.

Melalui metode ini, petani berpotensi melakukan panen hingga delapan kali dalam satu kali tanam, sehingga mampu menekan biaya produksi hingga 50 persen.

Head External Relation Growth PT Vale, Endra Kusuma, menjelaskan bahwa pengembangan pertanian berkelanjutan menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat ekonomi lokal.

“Kami melihat pertanian berkelanjutan sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mentransfer pengetahuan dan teknologi pertanian yang lebih efisien serta ramah lingkungan kepada para petani,” jelas Endra.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka, Akbar, mengapresiasi keterlibatan PT Vale dalam mendukung program ketahanan pangan di daerah.

“Sinergi antara pemerintah dan perusahaan sangat dibutuhkan untuk mewujudkan ketahanan pangan. PT Vale telah menunjukkan peran tersebut dan diharapkan perusahaan lain dapat mengikuti langkah serupa,” katanya.

Selain meningkatkan produksi, program ini juga memperkuat kapasitas petani melalui pendampingan intensif mulai dari pengelolaan lahan, penggunaan pupuk organik, hingga pengendalian hama terpadu.

Baca Juga: Investasi Hampir 9 Miliar Dolar, PT Vale Perkuat Posisi Indonesia di Rantai Pasok Baterai EV

Salmi, salah satu petani sekaligus pengurus Asosiasi Petani Organik (ASPOK) Kolaka, mengaku metode pertanian organik yang diterapkan membantu menekan biaya produksi.

“Dengan sistem organik ini biaya produksi lebih efisien karena pupuk bisa dibuat dari bahan di sekitar. Harga jual juga lebih baik sehingga keuntungan kami meningkat,” ujarnya.

Program pertanian PT Vale sendiri telah berjalan sejak 2021 dan hingga Oktober 2025 melibatkan 55 petani, termasuk sembilan petani perempuan. Model demplot ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain di Kolaka sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. (Adv)

Penulis: Ana Pratiwi

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS