PT Vale Kampanyekan Pencegahan NAPZA dan HIV/AIDS di Desa Sopura Kolaka
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Kamis, 05 Maret 2026
0 dilihat
PT Vale Indonesia Tbk menggelar promkes tentang pencegahan NAPZA dan penularan HIV/AIDS di aula Kantor Desa Sopura. Foto: Ist.
" PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menggelar promosi kesehatan tentang pencegahan penyalahgunaan NAPZA dan penularan HIV/AIDS "

KOLAKA, TELISIK.ID - PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menggelar promosi kesehatan tentang pencegahan penyalahgunaan NAPZA dan penularan HIV/AIDS di Aula Kantor Desa Sopura, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Selasa (4/3/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika serta penyakit menular yang dapat mengancam kesehatan dan masa depan generasi muda.
Program tersebut merupakan bagian dari inisiatif sosial lingkungan PT Vale melalui program “Kolaka Sehat, Bersih dan Berdaya”.
Program ini mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan serta menciptakan lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA).
Senior Coordinator Community Development PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa, Charles Cristian, menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap penyalahgunaan NAPZA, khususnya di kalangan generasi muda.
Baca Juga: Investasi Hampir 9 Miliar Dolar, PT Vale Perkuat Posisi Indonesia di Rantai Pasok Baterai EV
Menurutnya, obat-obatan sebenarnya memiliki fungsi medis yang penting.
Namun, perkembangan informasi dan kemudahan akses saat ini sering disalahgunakan untuk kepentingan sesaat.
Penyalahgunaan tersebut dapat berdampak buruk terhadap kesehatan serta masa depan generasi muda.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta meningkatkan pemahaman dalam menjaga kesehatan dan kualitas hidup,” ujar Charles.
Sementara itu, Sekretaris Camat Pomalaa, Dhani Kahar, menegaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkotika dan penularan HIV/AIDS tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat penegak hukum.
Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus terlibat aktif, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda hingga para ibu.
Peran keluarga dan penguatan nilai-nilai keimanan dinilai menjadi benteng utama agar generasi muda dapat menjauhi obat-obatan terlarang.
Baca Juga: Penjualan Perdana IGP Pomalaa, PT Vale Perkuat Rantai Pasok Nikel Global
“Kondisi ini sudah sangat mendesak karena wilayah Kolaka, khususnya Kecamatan Pomalaa, telah masuk dalam kategori zona darurat HIV dengan jumlah kasus tertinggi kedua di kabupaten ini,” tegas Dhani.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada serta tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang.
Melalui kegiatan promosi kesehatan ini, masyarakat Desa Sopura diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan dari ancaman penyalahgunaan NAPZA serta penyebaran HIV/AIDS. (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS