Sama-Sama Pembuahan di Luar Seks, Ini Beda Inseminasi dan Bayi Tabung

Adinda Septia Putri

reporter

Sabtu, 22 Juli 2023  /  8:10 am

Inseminasi merupakan metode fertilisasi buatan yang dimasukkan langsung melalui vagina, sedangkan bayi tabung pembuahan terjadi di laboratorium. Foto: Repro Haibunda.com

KENDARI, TELISIK.ID - Banyak dari pasangan suami istri yang belum mempunyai keturunan, memutuskan untuk menggunakan metode fertilisasi buatan seperti inseminasi atau bayi tabung.

Dilansir dari Liputan6.com, meski sama-sama metode pembuahan di luar hubungan seks, inseminasi dan bayi tabung ternyata berbeda. Berikut penjelasannya.

Inseminasi

Inseminasi atau Intrauterine Insemination (IUI) merupakan metode fertilisasi buatan dimana sel sperma dimasukkan langsung melalui vagina ke dalam rahim wanita. Sehingga, mempersingkat waktu perjalanan sperma ke sel telur.

“Penggunaan inseminasi biasa dilakukan pada pasangan yang memiliki kesulitan dalam mencapai kehamilan dengan cara fertilisasi normal maupun ketidakmampuan untuk melakukan hubungan seksual karena keterbatasan fisik maupun psikologis,” kata dokter spesialis kandungan RSIA Family, Malvin Emeraldi.

Baca Juga: Jeda Waktu Perempuan Bisa Hamil Setelah Berhubungan Seks

Dalam proses ini, dokter memisahkan sel sperma dengan cairan mani. Kemudian, seluruh sampel sperma yang diambil akan dimasukkan langsung ke dalam rahim menggunakan alat khusus untuk membuka vagina yang disebut speculum.

Selanjutnya, sel sperma disuntikkan melalui selang kateter yang telah dimasukan ke dalam rahim. Dengan itu, proses fertilisasi tetap dilakukan di dalam rahim wanita.

“Proses ini tidak memakan waktu lama, hanya akan memakan waktu beberapa menit hingga jam dan biasanya Anda diperbolehkan untuk langsung pulang setelahnya. Dokter akan menjadwalkan konsultasi lebih lanjut untuk melihat apakah proses inseminasi bekerja dengan baik atau tidak,” jelas Malvin.

Bayi Tabung

Dikutip dari Meera.rebuplika.co.id, bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) merupakan proses fertilisasi dimana dokter akan menggabungkan sel sperma pria dan sel telur wanita dan melakukan proses fertilisasi di dalam laboratorium atau di luar rahim.

Dalam metode ini, dokter akan mengambil sel sperma pria dan sel telur wanita dan akan menyuntikkan langsung sperma ke dalam sel telur agar pembuahan dapat terjadi.

Hasil fertilisasi kemudian akan dipantau dalam inkubasi laboratorium dan diawasi perkembangannya oleh dokter, apabila proses pembuahan berhasil, maka embrio akan terbentuk.

Baca Juga: 9 Cara Cepat Hamil Setelah Menstruasi, Jangan Seks Berlebih

Dokter kemudian dapat mengambil beberapa atau semua embrio yang berhasil mengalami pembuahan dan kemudian akan memasukkannya ke dalam rahim sehingga embrio dapat berkembang dengan baik di dalam rahim.

Berbeda dengan inseminasi, proses bayi tabung memerlukan langkah dan proses yang lebih lama sehingga proses ini memerlukan persiapan serta pertimbangan yang lebih matang bersama dokter.

Bayi tabung biasanya direkomendasikan untuk pasangan yang menghadapi situasi seperti infertilitas pada pria yang parah, saluran tuba yang tersumbat, telah melakukan proses inseminasi namun gagal, kekhawatiran tentang mewariskan kelainan genetik tertentu, gangguan organ reproduksi seperti miom, kista, endometriosis, serta gangguan masa subur. (C)

Penulis: Adinda Septia Putri

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS