Serangan Drone AS Tewaskan Dua Anggota Al-Qaida di Yaman

Ahmad Jaelani

Reporter

Minggu, 30 November 2025  /  7:34 pm

Proses pemakaman korban tewas dalam serangan udara Israel menggunakan sebuah layar besar di Sanaa, Yaman. Foto: Xinhua/Mohammed Mohammed

SANAA, TELISIK.ID - Serangan drone Amerika Serikat (AS) di Marib kembali menyorot situasi keamanan Yaman, setelah dua orang terduga anggota al-Qaida tewas saat berkendara menggunakan sepeda motor.

Dalam perkembangan terbaru situasi keamanan di Yaman, sebuah serangan drone Amerika Serikat dilaporkan menyasar sebuah sepeda motor yang melintas di daerah Al-Husoon, Distrik Al-Wadi, Provinsi Marib, pada Sabtu (29/11/2025).  

Serangan tersebut menewaskan dua orang yang menurut sumber keamanan pemerintah setempat diduga sebagai anggota al-Qaida. Informasi ini disampaikan melalui laporan yang diteruskan Xinhua pada Minggu (30/11/2025), menandai kembali aktivitas serangan antiteror yang dilakukan secara berkala di wilayah tersebut.

Baca Juga: Ilmuwan Malaysia Rekrut Kutu Busuk sebagai Detektif Forensik

Sumber keamanan yang enggan disebutkan namanya menjelaskan bahwa kedua korban berasal dari Distrik Al-Wadi. Namun, ia tidak memberikan identitas keduanya ataupun rincian tambahan mengenai aktivitas mereka sebelum serangan.  

Penjelasan singkat ini menambah daftar panjang operasi drone AS yang dilakukan tanpa keterangan publik mendetail, baik dari pihak Washington maupun Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Serangan drone seperti ini terjadi di tengah operasi antiterorisme yang terus berlangsung di Yaman, terutama di Marib yang dipandang strategis karena kekayaan minyaknya. Sejak perang sipil yang dimulai pada akhir 2014, wilayah ini menjadi salah satu titik rebutan antara kelompok al-Qaida dan Houthi.  

Keduanya berupaya memperluas pengaruh dan operasi mereka di provinsi tersebut, sehingga memaksa pemerintah meningkatkan langkah-langkah keamanan.

Baca Juga: Rudal Jarak Menengah di Perbatasan, Rusia Tuding Jepang Ikuti Arahan Washington

Dalam beberapa pekan terakhir, laporan mengenai pergerakan milisi yang berpotensi memicu ketidakstabilan semakin sering muncul. Otoritas lokal pun memperketat pengawasan untuk mencegah eskalasi konflik, terutama di area yang dianggap rawan penyusupan kelompok bersenjata.  

Serangan drone terbaru ini kembali menyoroti kompleksitas ancaman yang terus membayangi Marib, serta ketergantungan operasi antiterorisme regional pada serangan udara yang dilakukan secara selektif.

Meski demikian, hingga laporan ini dirilis, baik pihak Amerika Serikat maupun Pemerintah Yaman belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden yang menewaskan dua terduga militan tersebut. (Xinhua)

Penulis: Ahmad Jaelani

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS