Sosok Sylvia Efi Widyantri Sumarlin: Didapuk jadi Staf Khusus Kemenhan Lama Berkecimpung di Dunia Teknologi
Reporter
Rabu, 12 Februari 2025 / 1:27 pm
Sosok Sylvia Sumarlin dikenal sebagai ahli teknologi dan pertahanan nasional. Foto: Repro Linkedn
JAKARTA, TELISIK.ID - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia baru saja mengangkat beberapa sosok penting untuk menduduki posisi staf khusus.
Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Sylvia Efi Widyantari Sumarlin, seorang perempuan yang telah lama berkecimpung di dunia teknologi informasi.
Pelantikannya menandakan semakin banyaknya profesional dari sektor strategis yang dipercaya dalam bidang pertahanan nasional.
Perjalanan Karier Sylvia Sumarlin
Mengutip Liputan6, Rabu (12/2/2025), Lahir di Jakarta pada 19 November 1963, Sylvia menyelesaikan pendidikan S1 di bidang Ekonomi di Syracuse University, Amerika Serikat, sebelum melanjutkan studi S2 di bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi di universitas yang sama.
Berkat latar belakang pendidikannya yang kuat, Sylvia mampu mengombinasikan keahlian ekonomi dan teknologi dalam mengembangkan berbagai inovasi digital.
Sejak 1995, Sylvia dan suaminya, Rudy Hari, memulai bisnis di bidang internet dengan mendirikan PT Dyviacom Intrabumi (D-Net), yang kemudian menjadi salah satu penyedia layanan internet pertama di Indonesia.
Tak berhenti di situ, pada 1999, ia juga mendirikan PT Dama Persada, perusahaan riset dan pengembangan teknologi yang dipimpinnya hingga saat ini.
Kontribusi di Dunia Teknologi
Sebagai sosok yang telah lama berkiprah di dunia teknologi, Sylvia dikenal sebagai salah satu perempuan yang memperjuangkan kemajuan internet di Indonesia.
Ia aktif dalam berbagai program edukasi teknologi, termasuk memberikan pelatihan internet kepada guru-guru sejak 1996 serta membimbing masyarakat daerah terpencil agar dapat mengakses internet dengan harga terjangkau.
Selain berkontribusi di sektor bisnis, Sylvia juga memiliki peran strategis dalam organisasi teknologi nasional. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada periode 2006–2009.
Dalam kapasitasnya, ia berhasil menggagalkan rencana pemerintah untuk mengenakan pajak penghasilan tambahan bagi pengusaha internet, yang berpotensi membebani industri digital di Indonesia.
Tidak hanya itu, ia juga aktif dalam pembahasan regulasi terkait teknologi, termasuk membantu penyusunan RUU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Peran serta Sylvia dalam mengembangkan regulasi digital semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemimpin di industri teknologi nasional.
Peran Baru di Kementerian Pertahanan
Melansir situs resmi Kemenhan, dengan pengalaman panjang di sektor teknologi, pengangkatan Sylvia sebagai Staf Khusus Kementerian Pertahanan bukanlah hal yang mengejutkan.
Keahliannya dalam bidang komunikasi dan teknologi digital sangat relevan dengan kebutuhan pertahanan modern, di mana aspek keamanan siber menjadi salah satu perhatian utama.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam unggahannya menyebutkan bahwa pengangkatan staf khusus ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama strategis dalam menjaga kedaulatan negara.
Selain Sylvia, ada beberapa nama lain yang juga diangkat dalam posisi yang sama, termasuk Deddy Corbuzier, Kris Wijoyo Soepandji, Lenis Kogoya, Mayjen TNI (Purn) Sudrajat, dan Indra Bagus Irawan.
Dengan masuknya Sylvia dalam jajaran staf khusus, diharapkan akan ada inovasi baru dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung sistem pertahanan nasional.
Kemampuannya dalam membangun infrastruktur digital serta keterlibatannya dalam berbagai organisasi strategis diyakini dapat membawa dampak positif bagi penguatan pertahanan Indonesia.
Penghargaan dan Prestasi
Sepanjang kariernya, Sylvia telah meraih berbagai penghargaan bergengsi di bidang teknologi. Salah satu pencapaiannya yang paling membanggakan adalah penghargaan Asia Pacific Communication Technology Award (APICTA) pada 2008.
Selain itu, ia juga dikenal sebagai Regional Director WIMAX FORUM Indonesia, yang menandakan kiprahnya di kancah internasional.
Selain mendapatkan pengakuan atas kontribusinya di dunia digital, Sylvia juga dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap budaya. Ia aktif dalam pelestarian kesenian tradisional seperti tari Jawa dan ketoprak.
Dedikasi ini menunjukkan bahwa meskipun ia berkarier di dunia teknologi, kecintaannya terhadap seni dan budaya tetap terjaga. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Fitrah Nugraha
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS