Viral Link Mahasiswi KKN 13 Menit Dikaitkan dengan Adegan Teh Pucuk, Begini Penjelasannya

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Sabtu, 14 Februari 2026
0 dilihat
Viral Link Mahasiswi KKN 13 Menit Dikaitkan dengan Adegan Teh Pucuk, Begini Penjelasannya
Link video mahasiswi KKN berdurasi 13 menit kembali viral dan memicu perburuan warganet. Foto: X(dulunya Twitter)@Hir Ren

" Jejak pencarian warganet meningkat tajam sejak pagi ketika tautan video berdurasi tiga belas menit kembali beredar dan dikaitkan narasi mahasiswi KKN serta botol Teh Pucuk "

MATARAM, TELISIK.ID - Jejak pencarian warganet meningkat tajam sejak pagi ketika tautan video berdurasi tiga belas menit kembali beredar dan dikaitkan narasi mahasiswi KKN serta botol Teh Pucuk.

Percakapan di media sosial kembali diramaikan kemunculan tautan video yang disebut-sebut berkaitan dengan rekaman lama bertagar KKN viral. Sejumlah akun di TikTok dan aplikasi pesan instan membagikan potongan klip yang memperlihatkan dua orang berada di dalam kamar, disertai narasi minuman kemasan Teh Pucuk Harum.  

Potongan tersebut kemudian memicu rasa penasaran publik hingga kata kunci pencarian melonjak dalam waktu singkat.

Informasi awal mengenai video itu beredar melalui laporan media daerah, termasuk Tribun Medan, yang menyebut warganet memburu tautan dengan label pucuk viral atau KKN viral.  

Baca Juga: Heboh Link Video Winda Can Botol Parfum 7 Menit, Begini Penjelasannya

Narasi yang menyertai unggahan mengaitkan rekaman tersebut dengan peristiwa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata di wilayah Nusa Tenggara Barat. Sejak saat itu, berbagai versi tautan bermunculan dan dibagikan ulang tanpa verifikasi sumber.

Dalam potongan video yang beredar, terlihat dua pemeran duduk di atas kasur. Seorang pria mengambil botol minuman dan menuangkannya ke gelas kecil, lalu memberikannya kepada perempuan di sampingnya.  

Adegan tersebut menjadi dasar munculnya spekulasi warganet yang kemudian menghubungkannya dengan merek minuman tertentu. Setelah itu, rekaman terhenti atau terpotong sehingga konteks utuh tidak diketahui.

Sejumlah tautan yang beredar ternyata tidak mengarah pada video asli. Beberapa di antaranya justru membawa pengguna ke laman tidak jelas, bahkan meminta data pribadi. Pola ini memunculkan peringatan tentang potensi penipuan digital. Praktik penyebaran link palsu kerap dimanfaatkan untuk pencurian akun atau penyalahgunaan informasi pribadi pengguna.

Pihak kampus yang namanya sempat terseret memberikan klarifikasi resmi. Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Universitas Mataram menegaskan pemeran dalam video tersebut bukan mahasiswa mereka. Penelusuran internal dilakukan untuk memastikan identitas serta waktu perekaman video yang sebenarnya.

Ketua Satgas PPKS Unram, Joko Jumadi, menjelaskan bahwa rekaman itu bukan peristiwa baru. Ia mengatakan, video tersebut telah beredar sejak beberapa bulan lalu dan lokasinya tidak berada di wilayah Lombok.  

“Kami menegaskan bahwa pemeran dalam video itu bukan mahasiswa Unram. Video tersebut sudah ada sejak September 2025 dan kejadiannya bukan di Lombok, melainkan di luar NTB,” ujarnya dalam keterangan resmi, seperti dikutip dari Tribunnews, Sabtu (14/2/2026).

Ia juga menambahkan bahwa kemiripan fisik sempat menimbulkan salah paham terhadap salah satu mahasiswi.  

“Memang ada kemiripan dari video tersebut dengan mahasiswi kami, tapi dari suara di dalam video jelas itu bukan mahasiswi Unram atau bukan orang NTB,” kata Joko.  

Baca Juga: Sosok Amlia Mutya Dikenal Ukhti Baik-baik, Kembali Viral Dikaitkan dengan Link Video Air Mancur dalam Mobil

Pernyataan tersebut disampaikan untuk meredam tudingan yang menyasar individu tertentu.

Seorang mahasiswi yang namanya disebut warganet turut memberikan klarifikasi langsung. Ia membantah keterlibatan dalam video dan meminta publik tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Langkah itu dilakukan guna menghindari dampak sosial maupun psikologis akibat tuduhan di ruang digital.

Fenomena perburuan link viral kembali menunjukkan bagaimana narasi yang belum tentu benar dapat berkembang cepat di media sosial. Pakar keamanan siber sebelumnya juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat mengklik tautan mencurigakan. Selain risiko malware, pengguna bisa menjadi korban penipuan berkedok konten sensasional.

Hingga kini, belum ada bukti resmi yang menunjukkan keterkaitan antara video tersebut dengan kegiatan mahasiswa KKN. Aparat dan pihak kampus meminta masyarakat menghentikan penyebaran tautan yang belum jelas sumbernya. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani  

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkait
Baca Juga