Agen Ilegal Pengirim TKW Sulawesi Tenggara ke Oman Disebut Masih Aktif Rekrut Pekerja

Gusti Kahar, telisik indonesia
Sabtu, 14 Februari 2026
0 dilihat
Agen Ilegal Pengirim TKW Sulawesi Tenggara ke Oman Disebut Masih Aktif Rekrut Pekerja
Tangkapan layar percakapan WhatsApp antara keluarga Eka dengan Hotline KBRI Muscat terkait permintaan pembayaran penalti 600 OMR, disandingkan dengan potret Eka Arwati saat berada di Oman. Foto: Ist.

" Kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Amosilu, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, Eka Arwati, yang hingga kini belum bisa dipulangkan dari Oman, semakin memprihatinkan "

KENDARI, TELISIK.ID - Kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Amosilu, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, Eka Arwati, yang hingga kini belum bisa dipulangkan dari Oman, semakin memprihatinkan.  

Pihak keluarga mengaku kebingungan karena belum ada kepastian langkah dari pemerintah, sementara agen atau sponsor yang memberangkatkan Eka disebut masih aktif merekrut pekerja.

Suami Eka mengungkapkan, komunikasi terakhir dengan istrinya menyebutkan bahwa jika belum ada kepastian dari pemerintah hingga usai Ramadan, Eka kemungkinan akan keluar dari penampungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk mencari pekerjaan lain.

“Susah pak. Sekarang pemerintah juga seperti hilang. Yang awalnya bagaimana, sekarang sudah tidak jelas,” ungkapnya saat dihubungi telisik.id via WhatsApp, Sabtu (14/2/2026).

Baca Juga: TKW Oman Asal Sulawesi Tenggara Tak Bisa Pulang, Ngaku Dipersulit Majikan dengan Tebusan Puluhan Juta

Ia mengatakan, istrinya sempat menyampaikan rencana tersebut sebagai upaya untuk membayar denda (penalti) yang dibebankan majikan di Oman.

“Kemarin sempat komunikasi sama istri. Kemungkinan selesai puasa kalau memang belum ada kepastian dari pemerintah, mungkin akan keluar dari KBRI untuk bekerja,” katanya.

Menurutnya, pihak KBRI sempat menyarankan agar keluarga mencoba menemui pihak sponsor yang memberangkatkan Eka. Namun upaya itu terkendala karena nomor kontak sponsor di Jakarta sudah tidak aktif.

“Iya itu lah pak. Malah pihak KBRI infonya agar saya ketemu pihak sponsornya. Tapi pihak sponsor di Jakarta sudah ganti nomor,” jelasnya.

Ironisnya, berdasarkan informasi yang diterima keluarga, pihak KBRI disebut masih mengetahui bahwa sponsor tersebut tetap aktif mengirim pekerja migran ke Oman.

“Ada pun juga pihak KBRI masih mengetahui si pihak sponsor masih aktif kirim pekerja,” bebernya.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait pengawasan dan penindakan terhadap agen atau sponsor ilegal yang diduga terus beroperasi.

Sementara itu, keluarga berharap pemerintah segera turun tangan agar Eka dapat dipulangkan tanpa harus menanggung beban penalti yang besar.

Untuk diketahui, sebelumnya Eka mengungkapkan dirinya mengalami kekerasan fisik dan seksual oleh majikannya selama bekerja di Oman. Pengakuan tersebut disampaikan melalui akun TikTok pribadinya, @eckaapxcd1h, yang viral sejak Minggu (18/1/2026).

Baca Juga: Tak Hanya Pengancaman, Advokat SK Asal Konawe Juga Diduga Palsukan Dokumen Kesepakatan

Dalam video itu, Eka mengaku telah bekerja selama tiga bulan. Namun dalam dua bulan terakhir, ia mengalami sakit dan tetap dipaksa bekerja oleh majikannya meski dalam kondisi tidak sehat.

Kasus ini langsung mendapat respons dari Kepala BP3MI Sultra, La Ode Askar. Ia menyatakan, keberangkatan Eka ke Oman tidak melalui mekanisme resmi penempatan pekerja migran. Meski demikian, status nonprosedural tersebut tidak menghalangi negara untuk memberikan perlindungan.

Namun setelah itu, informasi yang sempat dihimpun telisik.id, Eka berhasil di evakuasi dan dibawa ke penampungan KBRI. Proses evakuasi terhadap Eka dilakukan pada Senin (19/1/2026). 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak terkait mengenai langkah konkret penanganan kasus tersebut. (B)

Penulis: Gusti Kahar

Editor: Ahmad Jaelani

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga