Tahan Tiga Hari, Warga Kendari Memilih Ayam Potong

Muhammad Israjab

Reporter

Kamis, 09 April 2020  /  7:06 pm

Salahsatu pedagang ayam potong di Pasar Anduonohu. Foto: Muhammad Israjab/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Setelah adanya imbauan Pemerintah Kota Kendari untuk tidak melakukan aktifitas di luar rumah selama tiga hari. Warga berbondong-bondong berbelanja ke pasar untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Kebanyakan warga memilih untuk membeli ayam pedaging atau ayam potong. Karena alasan lebih awet untuk disimpan sebagai persediaan hingga beberapa hari kedepan.

Seperti Nita (35) ia memborong ayam potong jenis jumbo hingga dua ekor. Alasannya hanya satu, lebih tahan lama jika disimpan untuk persediaan pangan.

Baca juga: Wabah Corona, Polres Bombana Tetap Gelar Operasi Anoa

"Ini juga saya beli karena untuk tiga hari. Apalagi ada larangan keluar rumah. Makanya saya borong saja ini ayam," ucapnya, Kamis (9/4/2020).

Sementara bagi pedagang ayam potong, wabah ini menjadi berkah tersendiri. Apalagi setelah ada imbauan pemerintah untuk tidak beraktifitas selama tiga hari di luar rumah.

"Cuman lebaran kita dapat pesanan banyak seperti ini. Itupun nda terlalu banyak, tapi ini lumayanlah," ucap salahsatu pedagang di Pasar Anduonohu.

Baca juga: Warga Serbu Pasar Karena Isu akan Tutup Tiga Hari

Sementara untuk harga ayam potong terpantau normal dikisaran harga Rp 35 ribu untuk ayam ukuran sedang sedangkan ukuran jumbo dipatok Rp 60 ribu.

Sementara adanya isu penutupan pasar di Kota Kendari dibantah oleh Direktur Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Kendari, Asnar, bahwa pasar akan tetap dibuka. Selama instruksi larangan beraktivitas di luar rumah berlaku.

Pernyataan tegas ini disampaikan menyusul munculnya kepanikan masyarakat yang mulai memadati sejumlah pasar.

"Jadi saya sampaikan kepada masyarakat, instruksi Bapak Wali Kota tidak berlaku untuk pasar, artinya pasar akan tetap dibuka," terangnya, Kamis (9/4/2020).

 

Reporter: Muhammad Israjab

Editor: Sumarlin