Terinspirasi Akhlak Muslim, Profesor Dock Yates Putuskan Mualaf di Masjid Istiqlal Houston
Content Creator
Rabu, 04 Februari 2026 / 7:07 am
Profesor Dock Yates (kiri) memilih mengucapkan dua kalimat syahadat setelah melihat akhlak seorang muslim. Foto: Repro Tribunnews
HOUSTON, TELISIK.ID - Kisah Profesor Dock Yates, seorang dosen senior di bidang Clinical Laboratory Science di salah satu universitas di Texas, menjadi sorotan internasional setelah ia resmi memeluk Islam pada 31 Januari 2026.
Perjalanannya bukan sekadar konversi instan, melainkan hasil dari pencarian spiritual yang dipicu oleh akhlak mulia seorang sahabat Muslim.
Profesor Yates, yang dikenal sebagai akademisi berpengalaman di dunia sains laboratorium klinis, mengawali perjalanannya dengan rasa penasaran terhadap Islam setelah mengamati perilaku Brother Miftah Rahman, seorang teman yang menjadi role model baginya.
"Saya terinspirasi oleh akhlak Brother Miftah yang ramah, jujur, dan penuh kasih sayang. Itu membuat saya mempelajari ajaran Islam lebih serius hingga akhirnya mendapat hidayah," ujar Profesor Yates dalam pernyataannya pasca-syahadat, seperti dikutip dari Tribunnews, Selasa (3/2/2026).
Puncak perjalanan spiritualnya terjadi di Masjid Istiqlal Houston, Sugar Land, setelah shalat Zuhur berjamaah.
Baca Juga: Kisah Profesor Harvard Henry Klassen Menjadi Mualaf: Perjalanan Spiritual dari Akademisi ke Islam
Dipandu oleh Imam Muthahhir Arif (asal Maros, Sulawesi Selatan), Profesor Yates mengucapkan dua kalimat syahadat dengan suara gemetar: "Ashhadu an la ilaha illallah wa ashhadu anna Muhammadar rasulullah."
Momen ini disambut dengan gema takbir dan pelukan hangat dari jamaah, membuatnya terharu. "Ini adalah awal kehidupan baru saya dalam iman Islam," katanya.
Setelah syahadat, Profesor Yates langsung menunaikan salat Zuhur pertamanya sebagai Muslim dan menyatakan komitmen untuk mendalami agama baru ini.
Ia berencana mengikuti program New Muslim Class (NMC) di masjid tersebut mulai keesokan harinya, fokus pada pembelajaran Al-Quran, tata cara ibadah, dan fiqih dasar, dilansir dari asamuslim.id, Selasa (3/2/2026).
Imam Muthahhir Arif menyambutnya dengan hangat: "Selamat datang Brother Dock Yates dalam keluarga umat Islam. Semoga Allah SWT menjaga imannya."
Baca Juga: Dulu Benci Islam, Joram Van Klaveren Dapat 2000 Ancaman Pembunuhan Usai Mualaf
Reaksi dari komunitas Muslim Houston sangat positif, dengan banyak yang menekankan pentingnya akhlak sebagai dakwah terbaik.
Kisah ini viral dan menginspirasi banyak orang tentang bagaimana hidayah bisa datang melalui contoh perilaku sehari-hari.
Profesor Yates berpesan bahwa perjalanannya ini mengajarkan tentang pencarian kebenaran yang tulus. Kisahnya menjadi bukti bahwa Islam terbuka bagi siapa saja, termasuk ilmuwan Barat, dan menambah tren mualaf global di tengah komunitas Muslim yang semakin berkembang di Amerika Serikat. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS