767 Lulusan Ikuti Wisuda Perdana Sistem Kuota di UHO
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Rabu, 04 Februari 2026
0 dilihat
Plt Rektor UHO Kendari, Dr Herman dalam kegiatan wisuda. Foto: Website uho.ac.id
" Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, resmi menerapkan kebijakan baru pelaksanaan wisuda berbasis kuota mulai 2026 "

KENDARI, TELISIK.ID - Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, resmi menerapkan kebijakan baru pelaksanaan wisuda berbasis kuota mulai 2026.
Kebijakan ini memungkinkan wisuda digelar lebih fleksibel tanpa harus menunggu periode tertentu, setelah jumlah pendaftar mencapai 750 orang.
Plt Rektor UHO, Dr Herman mengatakan, kebijakan tersebut memberikan kepastian waktu bagi mahasiswa yang telah dinyatakan lulus yudisium.
Program studi kini dapat langsung mendaftarkan lulusan melalui sistem daring.
"Setelah kuota 750 terpenuhi, pendaftaran akan otomatis ditutup dan wisuda segera dijadwalkan. Sistem ini memungkinkan wisuda dilaksanakan lebih dari satu kali dalam sebulan,” ujar Herman saat Wisuda UHO, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, sistem baru ini berbeda dengan mekanisme sebelumnya yang mengharuskan mahasiswa menunggu periode wisuda tertentu hingga empat kali dalam setahun, meskipun telah dinyatakan lulus.
Baca Juga: Fakultas Teknik UHO Perkuat Kerjasama Jepang, Ratusan Mahasiswa Ikuti Program Magang Internasional
Pada wisuda kali ini, UHO meluluskan 767 wisudawan dan wisudawati yang berasal dari 14 fakultas dan Pascasarjana, sekaligus menjadi implementasi awal kebijakan wisuda berbasis kuota tersebut.
Rinciannya, Program Doktor meluluskan 37 orang dengan rata-rata IPK 3,89 dan rata-rata masa studi 2 tahun 8 bulan.
Program Magister meluluskan 25 orang dengan rata-rata IPK 3,82 dan masa studi 2 tahun 2 bulan.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 195 orang, disusul Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sebanyak 181 orang.
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) meluluskan 87 orang, sementara Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) meluluskan 60 orang dari jenjang sarjana dan magister.
Herman menegaskan, capaian akademik para wisudawan merupakan hasil kerja keras yang didukung keluarga dan lingkungan terdekat.
"Wisuda bukan akhir dari proses belajar. Ilmu yang diperoleh harus digunakan untuk menjawab tantangan kehidupan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Eki Rahmawati dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara S1, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, ditetapkan sebagai lulusan terbaik tingkat universitas dengan IPK 3,96 dan masa studi 3 tahun 5 bulan.
Sementara lulusan terbaik Pascasarjana diraih Abdul Latif dari Program Doktor Ilmu Manajemen dan Rosmini Syamsuddin dari Program Magister Pendidikan IPS, masing-masing dengan IPK 4,00.
Rektor juga mengajak para lulusan berperan aktif dalam penguatan kualitas institusi melalui pengisian Tracer Study Alumni UHO.
Baca Juga: LPPM UHO Kendari Dorong Hilirisasi dan Inovasi Perkuat Arah Riset Berdampak
"Tracer study menjadi indikator kinerja perguruan tinggi oleh BAN-PT dan membantu universitas menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja,” jelas Herman.
Menutup sambutannya, Herman berpesan agar para lulusan menjaga nama baik almamater serta terus belajar sepanjang hayat.
"Kecerdasan membuat Anda dihormati, kebijaksanaan membuat Anda diteladani. Namun kesuksesan harus direncanakan dan diwujudkan dengan cerdas,” tutupnya. (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS