Viral Pasien Asal Wakatobi Dirujuk dengan Perahu Bodi Batang ke Baubau, Keluarga Sebut Kondisi Darurat
Reporter
Senin, 25 Mei 2026 / 1:28 pm
Pasien Asal Wakatobi yang dirujuk ke Baubau menggunakan bodi batang. Foto: Ist.
WAKATOBI, TELISIK.ID - Sebuah unggahan di media sosial yang memperlihatkan seorang pasien asal warga Bajo, Desa Mola Utara, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, dirujuk ke Rumah Sakit Siloam Baubau menggunakan perahu bodi batang, ramai menjadi perbincangan publik.
Pasien bernama Mice (36), yang akrab disapa La Sago, tampak terbaring lemas di atas perahu dengan kaki diperban dan infus yang dipegang oleh salah satu anggota keluarganya.
Diketahui, La Sago mengalami infeksi serius pada kaki setelah tertimpa keramik saat membantu keluarganya membuat makam. Luka tersebut kemudian mengalami pembengkakan dan infeksi akibat pendarahan hebat.
Unggahan itu memicu berbagai reaksi masyarakat. Sebagian menyoroti ketidakhadiran pemerintah dalam situasi darurat tersebut, terlebih Pemerintah Kabupaten Wakatobi diketahui memiliki sejumlah ambulans laut yang selama ini kerap dipublikasikan.
Menanggapi polemik itu, salah satu keluarga pasien, Justo menegaskan, unggahan tersebut tidak bermaksud menyalahkan pihak mana pun.
“Kami tidak menyalahkan siapa-siapa, termasuk pemerintah. Alternatif menggunakan bodi batang dipilih karena kondisi pasien sudah sangat kritis,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026).
Baca Juga: Sukseskan Program Presiden, Putri Bupati Muna Buka Layanan Cek Kesehatan Gratis di Rujab
Menurut Justo, unggahan tersebut dibuat semata-mata untuk tujuan kemanusiaan, sekaligus meminta bantuan masyarakat guna membantu biaya pengobatan pasien yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Kami cuma ingin supaya ada perhatian dari masyarakat agar bisa menyisihkan bantuan untuk pengobatannya,” katanya.
Ia menjelaskan, pihak RSUD sebenarnya telah menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi keberangkatan pasien menuju Baubau. Namun, keluarga memilih menggunakan perahu karena mempertimbangkan kondisi pasien yang semakin memburuk dan membutuhkan penanganan cepat.
“Sebenarnya kami juga mau menggunakan fasilitas milik pemda, cuma ini kondisi darurat. Kami tidak sempat berpikir ke sana, apalagi pastinya akan ada urusan administrasi yang memakan waktu,” ungkapnya.
Keluarga juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang dinilai memanfaatkan situasi tersebut untuk menyerang pemerintah daerah tanpa mengetahui kronologi sebenarnya.
“Jika ada yang memiliki masalah pribadi atau urusan lain dengan bapak bupati, tolong jangan bawa masalah itu ke postingan ini. Jangan jadikan kasus sakitnya saudara kita sebagai alat politik atau serangan pribadi. Kami di sini untuk mencari pertolongan kemanusiaan, bukan untuk mencari masalah,” tegasnya.
Sementara itu, keluarga pasien lainnya, Hary mengatakan, kondisi La Sago saat ini mulai membaik setelah tiba di Baubau. Ia dijadwalkan menjalani operasi di Rumah Sakit Siloam Baubau pada pukul 15.00 Wita.
Baca Juga: Seorang Ibu Hilang saat Cari Kerang di Muara Pantai Lasama Muna Barat, Diduga Tenggelam
“Alhamdulillah sudah membaik, tapi sebentar operasi jam 3,” katanya kepada telisik.id melalui pesan WhatsApp.
Keluarga pasien berharap Pemerintah Kabupaten Wakatobi turut memberikan bantuan untuk meringankan biaya pengobatan La Sago yang saat ini masih menjalani perawatan di Baubau.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah pemuda dan masyarakat Wakatobi masih terus melakukan penggalangan dana untuk membantu biaya pengobatan La Sago. (B)
Penulis: Zulkifli Herman Tumangka
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS