Keunikan Reproduksi Ikan Anglerfish: Saat Jantan Menjadi 'Parasit Seksual' Selamanya
Merdiyanto , telisik indonesia
Minggu, 24 Mei 2026
0 dilihat
Ikan Anglerfish memiliki reproduksi yang unik dimana ikan jantan akan menempel pada betina dan lama kelamaan akan bersatu. Foto: Repro Kompas
" Di kedalaman laut yang gelap gulita, di mana cahaya matahari hampir tidak pernah menembus, hidup salah satu makhluk paling aneh di planet ini yakni ikan anglerfish atau ikan pemancing "

JAKARTA, TELISIK.ID - Di kedalaman laut yang gelap gulita, di mana cahaya matahari hampir tidak pernah menembus, hidup salah satu makhluk paling aneh di planet ini yakni ikan anglerfish atau ikan pemancing.
Dikenal dengan "umpan" bercahaya di kepalanya, ikan ini menyimpan strategi reproduksi yang begitu ekstrem dan unik, sehingga sering disebut sebagai salah satu keajaiban evolusi alam.
Berbeda dengan kebanyakan spesies ikan, anglerfish laut dalam menunjukkan sexual dimorphism yang ekstrem. Betina bisa mencapai ukuran puluhan kali lebih besar daripada jantan.
Dalam beberapa kasus, berat betina bisa mencapai 500.000 kali lipat jantan. Jantan yang mungil ini tidak memiliki umpan cahaya dan mulut yang kuat untuk berburu.
Baca Juga: Oseanografi FMIPA UHO Perluas Wawasan Mahasiswa Lewat Kunjungan ke Galangan Kapal Konawe Selatan
Ritual Kawin yang Mengerikan
Karena populasi yang sangat jarang di dasar laut yang luas dan gelap, menemukan pasangan adalah tantangan besar, dilansir dari kumparan.com, Minggu (24/5/2026).
Jantan menggunakan indera penciuman yang tajam untuk mendeteksi feromon betina. Begitu menemukan, ia menggigit perut atau bagian tubuh betina dengan gigi-gigi tajamnya dan tidak pernah melepaskan.
Seiring waktu, tubuh keduanya menyatu melalui proses yang disebut sexual parasitism atau parasitisme seksual.
Kulit mereka melebur, sistem peredaran darah terhubung, dan jantan kehilangan organ-organ yang tidak diperlukan seperti mata, sirip, dan sebagian sistem pencernaan.
Ia menjadi semacam "organ reproduksi hidup" yang bergantung sepenuhnya pada nutrisi dari betina.
Betina, di sisi lain, mendapatkan pasokan sperma yang siap kapan saja untuk membuahi telurnya.
Satu betina bahkan dapat membawa beberapa jantan yang menempel di tubuhnya sekaligus.
Proses ini memastikan kelangsungan spesies di lingkungan yang ekstrem, di mana pertemuan kedua jenis kelamin sangat langka.
Adaptasi Evolusi yang Luar Biasa
Melansir dari science.org, Minggu (24/5/2026), para ilmuwan menemukan bahwa fusi permanen ini dimungkinkan karena sistem kekebalan tubuh betina yang dimodifikasi.
Ia kehilangan sebagian kemampuan respon imun terhadap jantan, sehingga tubuhnya tidak menolak tamu tersebut. Fenomena ini merupakan salah satu contoh langka natural parabiosis di alam.
Baca Juga: Pengumuman UTBK SNBT 2026 di Semua PTN Indonesia, Berikut Jadwal dan Akses Link Resminya
Tidak semua spesies anglerfish melakukan parasitisme permanen. Beberapa hanya menempel sementara untuk kawin, sementara yang lain sepenuhnya bergantung pada strategi ini.
Penelitian terbaru, termasuk dari Yale University (2024), terus mengungkap bagaimana strategi reproduksi unik ini berkontribusi pada diversifikasi evolusi anglerfish di seluruh samudra dunia.
Meski terdengar mengerikan bagi standar manusia, strategi ini adalah solusi brilian evolusi untuk bertahan hidup di salah satu habitat paling keras di Bumi.
Ikan anglerfish mengingatkan kita betapa beragam dan kreatifnya mekanisme kehidupan di lautan dalam yang masih banyak menyimpan misteri. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS