Waspada, Cacar Monyet Bisa Menular Lewat Kontak Langsung atau Benda

Fitrah Nugraha

Reporter

Minggu, 21 Agustus 2022  /  10:03 am

Sampel tes penyakit cacar monyet yang menunjukkan hasil positif. Foto: Repro Reuters

JAKARTA, TELISIK.ID - Penyakit cacar monyet kini juga harus diwaspadai oleh masyarakat Indonesia, mengingat sudah ada satu orang yang terjangkit virus ini.

Untuk menghindari penyakit ini, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengimbau masyarakat untuk menghindari kontak dengan orang yang bergejala cacar monyet.

"Masyarakat harus paham apabila ada teman kita, saudara kita, masyarakat yang punya gejala ini, kita harus menghindari kontak langsung kepada yang bersangkutan," katanya dalam konferensi pers daring di Jakarta, dikutip dari Suara.com, pada Sabtu (20/8/2022).

Imbauan tersebut disampaikan, kata dia, karena penularan cacar monyet dapat terjadi dengan kontak langsung atau melalui benda-benda yang bersentuhan dengan penderita.

"Penularan monkeypox (cacar monyet), utama sekali, melalui kontak langsung dengan penderita, seperti bersalaman, berpelukan, atau mungkin tidur bersama dan seterusnya, dan juga kontak kepada benda-benda atau barang-barang di sekitar pasien, umpamanya pada selimut, pada handuk," kata Syahril.

Lebih lanjut, Syahril mengatakan, Kementerian Kesehatan sudah memberikan pedoman penanganan kasus cacar monyet kepada seluruh dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Pemerintah Konfirmasi Kasus Cacar Monyet Pertama Indonesia

Olehnya itu, dia berharap seluruh petugas kesehatan memahami tindakan yang harus dilakukan saat menemukan pasien bergejala cacar monyet.

"Jangan sampai ada umpamanya petugas kesehatan di puskesmas, di rumah sakit yang tidak paham dengan cacar monyet ini, karena ini bagian dari kewaspadaan. Kita sudah memberikan pedomannya kepada mereka, apa yang harus dilakukan oleh petugas kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk menangani apabila ada kecurigaan kasus ini," katanya.

Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan dua laboratorium pemeriksaan PCR yaitu di laboratorium rujukan nasional BKPK Kementerian Kesehatan dan Institut Pertanian Bogor.

"Sekarang sudah akan ditambah 10 laboratorium yang ditingkatkan untuk melakukan pemeriksaan PCR sesuai dengan pintu masuk-pintu masuk yang diharapkan memang menjadi kewaspadaan kita," katanya.

Tidak hanya itu, Kementerian Kesehatan juga menyiapkan sebanyak 1.200 reagen untuk rumah sakit yang sudah bisa melakukan PCR agar dapat langsung melakukan pemeriksaan tanpa perlu mengirim sampel ke Jakarta.

Sebelumnya, dikutip dari Kompas.com, pasien cacar monyet pertama di Indonesia mengalami demam setelah tujuh hari tiba dari luar negeri.

Pasien yang ditemukan di Provinsi DKI Jakarta itu, tiba di Tanah Air pada 8 Agustus 2022 kemudian merasakan gejala demam pada 14 Agustus 2022.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Kesehatan Syahrial dalam konferensi pers virtual, Sabtu (20/8/2022)

Baca Juga: Kenali Perbedaan Abses Payudara dan Masitis pada Ibu Menyusui

Pada saat demam pertama, pasien cacar monyet atau monkeypox itu belum memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Ketika muncul ruam cacar, pasien kemudian memeriksakan diri ke rumah sakit.

Pada 18 Agustus, dua hari setelah muncul ruam, rumah sakit tempat pasien cacar monyet itu dirawat melakukan pemeriksaan polymerase chain reaction atau PCR.

"18 (Agustus) dilakukan pemeriksaan karena datang diperiksa dengan cepat dan diperiksa dalam waktu 1 hari dan hasilnya positif (cacar monyet)," ucap Syahril. (C)

Penulis: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali