• 6 persen (6 kejadian) dari kendaraan,
• 19 persen (21 kejadian) dari tiang listrik.
“Sejak Januari hingga Desember 2024, tercatat ada 110 kasus kebakaran. Namun, data untuk tahun 2025 masih dalam proses pengumpulan,” ungkap Kepala Seksi Operasional (Kasi OPS) Damkar Kota Kendari, Askar, Jumat (10/01/2025).
Askar menyebut penyebab kebakaran pada bangunan umumnya disebabkan oleh arus pendek atau korsleting listrik. Menurutnya, kebakaran sering kali terjadi di rumah yang telah direnovasi namun instalasi listriknya tidak diperbarui, sehingga rawan terjadi korsleting.
Baca Juga: Isu Pungli Terpa SMAN 4 Kendari, Oknum Diduga Guru Posting Foto Pegang Parang
