Tak ada barang yang dapat diselamatkan, semuanya ludes terbakar oleh amukan si jago merah.
"Ada sebagian rumah warga yang terkunci karena yang punya rumah pergi kerja, jadi untuk meminta bantuan itu agak susah tadi karena sepi, terutama laki-laki, mereka pergi kerja semua," ungkapnya.
Baca Juga: Sertifikasi Guru Tak Terbayarkan, Ini Jawaban Dikbud Sulawesi Tenggara
Untuk diketahui, pemukiman yang terbuat dari kayu tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Kota Kendari, dan warga yang bermukim hanya berhak untuk tinggal atau pinjam pakai.
Warga yang menjadi korban kebakaran mayoritas bekerja sebagai pemulung. Sebagian lagi adalah petugas kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Kendari. (A)
