KENDARI, TELISIK.ID – Perjuangan seorang ibu untuk membesarkan anak-anaknya tidak selalu berjalan mudah. Seperti kisah Ibu Uci, perempuan paruh baya yang selama 19 tahun terakhir bertahan hidup seorang diri setelah ditinggal suaminya ketika ia sedang mengandung anak kedua.

Dari sebuah lapak sederhana di Bundaran Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Kota Kendari, ia mencari nafkah dengan berjualan es kelapa muda.

Sejak 2006, kehidupannya berubah drastis. Suami yang menjadi tulang punggung keluarga meninggal dunia saat dirinya sedang hamil. Kondisi itu membuatnya terpaksa kembali ke rumah orang tuanya di Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat.

Baca Juga: Kisah Arip, Ayah Tiga Anak di Kendari yang Bertahan Hidup Lewat Siomai

“Setelah lahir anaku di Lawa, saya kerja di Kendari, jadi pembantu rumah tangga di Lepo-lepo,” cerita Uci, Kamis (18/9/2025).