Sebagai penentu kebijakan operasional di bidang kesehatan, Rahminingrum mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya dalam penanganan kasus DBD.
Baca Juga: Pergantian Tahun Menghitung Jam, Warga Kendari Dilarang Konvoi dan Pesta Kembang Api
Serangkaian upaya telah dilakukan oleh puskesmas-puskesmas demi memutus sebaran kasus DBD di Kota Kendari, mulai dari sosialisasi hingga pengasapan atau fogging di lingkungan terindikasi nyamuk aedes aegepty.
"Upaya pencegahan terus dilakukan, sosialisasi tidak henti hentinya oleh Puskesmas, penanganan tepat cepat kami berikan," tambahnya.
Baca Juga: Kendari Dapat DAK Rp 45 Miliar untuk Rehab 56 Sekolah
