"Jika beras impor masuk, lalu nasib berasnya petani bagaiamana. Tentunya kalah bersaing dengan harga beras impor. Ini justru menghancurkan beras petani lokal. Stok beras Jawa Timur itu bisa untuk memenuhi kebutuhan ketahanan pangan nasional. Pemerintah bisa tinggal bilang Pemprov Jawa Timur untuk pemenuhan ketahanan pangan," jelas pria bergelar doktor ini.

Baca Juga: Pembangunan Industri Smelter Nikel Tunggu Revisi RTRW Kolaka Utara

Kalau tujuannya mendatangkan beras impor untuk menahan lajunya kenaikan harga beras, kata Agusdono, hal tersebut hanya akal-akalan pemerintah saja.

"Kalau harga beras naik tentunya yang sejahtera petani. Biarlah petani menikmati keuntungan itu dan tentunya petani bisa sejahtera," jelasnya.