"Dulu itu utuh hanya banyak masyarakat yang potong-potong besinya dia pake memancing dan yang tersisa tinggal mesinnya itu karena sudah tidak bisa lagi dipotong," jelasnya.
Tidak jauh dari letak bangkai helikopter, lanjutnya, juga terdapat kuburan tentara yang meninggal saat kontak senjata dengan pasukan DI/TII di sekitar Lasolo.
"Tentara yang meninggal itu ada tiga orang. Dua orang tentara Sulawesi yaitu Kopral Solong dari Sengkang dan Sersan Asis dari Bone, dan satu orang pasukan Kodam Siliwangi 308 Bandung pak Wempi namanya. Saya ingat sekali ini karena pada saat upacara pemakaman semua anak sekolah ikut upacara, terus nama-nama tentara yang meninggal disebut satu-satu," lanjutnya.
Baca Juga: DPRD Sultra Hearing PT. VDNI dan PT. OSS
Di tempat terpisah, Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud Kolut, Sadaruddin, S.Pd. M.Si saat dikonfirmasi membenarkan keberadaan bangkai helikopter tersebut dan mengungkapkan, tahun 2020 Pemkab Kolut berencana mendaftarkan benda tinggalan sejarah yang terletak di Desa Lawata tersebut ke Badan Pengelola Cagar Budaya (BPCB) Gowa, Makasar sebagai situs cagar sejarah yang dilindungi.
