Jasa sol sepatu yang ditawarkan Zulkarnain mencakup perbaikan ringan hingga berat. Biayanya pun bervariasi, tergantung pada tingkat kerusakan. Misalnya, untuk sandal yang talinya putus, tarifnya lebih terjangkau dibanding sepatu kulit yang memerlukan jahitan ulang dan lem khusus.
"Sepatu biasa dikenakan biaya Rp 20.000, yang lebih rumit Rp 25.000, dan selop (sandal) Rp 15.000,” tambahnya.
Zulkarnain mengaku, himpitan ekonomi adalah salah satu alasan mengapa ia tetap setia dengan profesi ini. Meskipun pekerjaan lain pernah ia coba, tetap saja jasa reparasi sepatu menjadi andalannya. Dengan penghasilan yang tidak selalu stabil, ia harus berusaha setiap hari demi memenuhi kebutuhan keluarganya.
Baca Juga: Martabak Ciu-Ciu, Inovasi Baru Dunia UMKM Kota Kendari
"Saya hanya berharap ada rezeki cukup untuk anak-anak dan keluarga. Selama saya masih kuat, saya akan terus bekerja," tegasnya.
