Di Raimuna sendiri, ada 96 rumah yang dibangun. Saat ini tersisa 66 unit rumah. Rencananya, rumah itu akan ditempati warga daerah asal dan warga lokal di tahun 2022 mendatang.
"Kita tinggal menunggu saja kedatangan warga daerah asal," timpalnya.
Baca Juga: Sering Dengar Keluhan Warga, Bupati Kery Tinjau Langsung Pelayanan BLUD RS Konawe
Baca Juga: 2022, Pulau Kaledupa dan Binongko Dialiri Listrik 24 Jam
Pembangunan perumahan trans di Raimuna bersumber dari APBN tahun 2020 lalu. Satu rumah semi permanen dianggaran sebesar Rp 60 juta. Karena pandemi COVID-19, sebagian anggaran ditarik oleh pusat. Tahun ini, anggarannya dikembalikan lagi, sehingga pembangunan dilanjutkan. (C)
