“Anak-anak yang berhasil dibebaskan telah dirujuk ke layanan yang membantu mereka beradaptasi kembali dengan kehidupan sipil setelah pengalaman berat yang mereka alami,” ungkap Dujarric dalam keterangannya di Markas Besar PBB yang diterima telisik.id, Rabu (8/10/2025).

Selama periode yang sama, PBB juga memverifikasi sedikitnya 165 kasus perekrutan anak baru oleh kelompok bersenjata di wilayah Kivu Utara dan Ituri. Dari jumlah tersebut, 30 di antaranya adalah anak perempuan.

Menurut Dujarric, angka ini menunjukkan bahwa situasi anak-anak di wilayah konflik Kongo masih sangat rentan dan membutuhkan perlindungan berkelanjutan.

“Kolega kami menegaskan bahwa langkah pencegahan, akuntabilitas, serta dukungan reintegrasi jangka panjang sangat dibutuhkan,” tambahnya.

Baca Juga: UNICEF Ungkap Fakta Mengerikan, 61 Ribu Anak Palestina jadi Korban Dua Tahun Perang